Kediri, SEJAHTERA.CO – Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menyebutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Kediri meningkat terus semenjak tahun 2023 atau pasca-pandemi Covid-19.
Baca Juga :Gol Tunggal Afrizal Bawa PSID Jombang Raih Kemenangan Perdana di Liga 4 PSSI Jatim
Beberapa kawasan wisata Kabupaten Kediri yang memberikan andil besar di PAD adalah Gunung Kelud, SLG, Air Terjun Irenggolo, Dolo, Umbulan Plosoklaten, dan Pemandian Corah Pare.
PAD wisata tahun 2023 ditargetkan Rp3 miliar, namun malah meningkat menjadi Rp3,5 miliar.
Sementara PAD sektor wisata 2024 capai Rp3,7 miliar dari target awal Rp3,5 miliar. Sedangkan PAD sektor wisata tahun 2025 ditargetkan Rp3,5 miliar.
Baca Juga :Tak Punya Rumdin Definitif, Wabup Blitar Kaji Beky Bakal Nebeng di Wisma Moeradi
Adi Suwignyo Kepala Disparbud Kabupaten Kediri melalui Rosad Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pariwisata Disparbud Kabupaten Kediri menyebut kenaikan drastis sektor wisata setelah Covid-19. Di tahun 2022 saat pandemi Covid-19, PAD sektor wisata capai Rp2,7 miliar.
“Karenanya agar wisatawan tetap tertarik kawasan wisata di Kabupaten Kediri, lokasi wisata di Kabupaten Kediri terus dipercantik sarana dan prasarananya. Agar wisatawan kerasan di Kabupaten Kediri,” katanya, Senin (6/1/2025).
Baca Juga :Bagi Pelajar Kota Batu Bakal Ada Tambahan 23 Mobil Angkutan Gratis
Ditambahkan Rosad, selain pengembangan sarpras di lokasi wisata, Disparbud Kabupaten Kediri juga berkoordinasi dengan UMKM untuk memasarkan kuliner, cindera mata atau batik khas Kediri di lokasi wisata.
“Tentu hal ini akan menjadikan kawasan wisata tambah menarik. Di lokasi wisata juga kami suguhkan pertunjukkan aneka seni, mulai dari seni tradisi hingga musik pop dan dangdut,” imbuhnya.



















