Monumen Trisula Kabupaten Blitar, Bukti Penumpasan PKI

Monumen Trisula Kabupaten Blitar, Bukti Penumpasan PKI

Blitar, SEJAHTERA.CO – Monumen Trisula adalah sebuah monumen untuk mengenang Operasi Trisula di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Dulu, kawasan ini merupakan salah satu basis PKI yang menggalang kekuatan untuk bangkit kembali.

Monumen Trisula berdiri di atas tanah seluas 5.626 meter persegi dan diresmikan pada tanggal 18 Desember 1972 oleh Deputi Kasad Letjen TNI Mochamad Jasin. Letak Monumen Trisula berada di Jalan Trisula Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, 30 menit dari pusat Kota Blitar.

Monumen Trisula dibangun untuk memperingati dan mengenang tragedi penumpasan atau pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di daerah Blitar. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1968 di Blitar tepatnya di Desa Bakung terjadi aksi pembantaian sisa-sisa PKI yang melarikan diri ke daerah Blitar selatan.

Read More

Pasukan Brigif linud 18/Trisula yang dipimpin oleh  Kolonel Infanteri Witarmin, bersama sama rakyat Blitar bekerjasama untuk menumpas PKI di Blitar Selatan.

Biasanya monumen ini juga dijadikan suatu tempat bersejarah, dimana para prajurit masuk dalam jajaran Yonif 511 dan Brigif Linud 18/Trisula melaksanakan tapak tilas dan melaksanakan tradisi pembaretan Wing Lintas Udara serta melaksanakan renungan atas jasa-jasa yang telah dilaksanakan oleh para pendahulu Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula.

Serta tidak sedikit dari masyarakat di Blitar dan sekitarnya yang melaksanakan tapak tilas dan renungan suci di Monumen Trisula untuk mengenang aksi pembantaian PKI di Blitar Selatan.

Selain itu juga banyak juga monumen ini juga untuk destinasi para goweser sepeda. Karena rutenya ke tempat ini lumayan menanjak, oleh karena itu menjadi tantangan bagi para goweser.

Di bagian bawah patung terukir nama-nama korban. Baik yang berasal dari tokoh dan anggota PKI, warga sekitar dan anggota TNI. Ada lima patung yang berdiri di Monumen Trisula.

Patung-patung itu dikelilingi pilar tembok setinggi sekitar 5 meter. Tiga di antaranya merupakan patung TNI yang membawa senjata. Ada satu patung TNI yang tengah menunjuk ke depan. Maknanya, menunjukkan bahwa di daerah ini pernah terjadi penumpasan sisa-sisa PKI.

Di sini juga terdapat 45 anak tangga menuju monumen, yang memiliki makna tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945. Kemudian ada 17 pilar yang memiliki makna tanggal 17.(kmc)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *