Ingatkan Bahaya Perundungan Anak di Bumi Menak Sopal, Bunda Novita Lakukan Ini

Ingatkan Bahaya Perundungan Anak di Bumi Menak Sopal, Bunda Novita Lakukan Ini

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kasus perundungan anak menjadi salah satu atensi insan pendidikan di Bumi Menak Sopal. Meskipun belum ada temuan kasus, namun bullying anak menjadi perhatian serius di Kabupaten Trenggalek. Itu dilakukan berkaca pada dampak perundungan anak yang berakibat fatal.

Penekanan itu disampaikan Bunda Paud Trenggalek, Novita Hardini yang akrab disapa bunda novirta saat menjadi pembicara dalam kegiatan workshop pencegahan dan penanganan perundungan anak di satuan pendidikan. Workshop itu dilakukan agar di Bumi Menak Sopal tidak terjadi perundungan anak seperti halnya kasus-kasus yang pernah terjadi di luar daerah.

“Ini harus diperjuangkan dengan serius bersama seluruh stakeholder terkait maupun lingkungan keluarga,” kata Bunda Novita di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek. Dalam kegiatan itu juga menghadirkan praktisi Psikolog Klinis-Forensik yakni Riza Wahyuni, S. Psi, M. Si.

Read More

Bunda Novita yang mengaku pernah menjadi korban perundungan anak butuh waktu yang lama untuk pemulihan dari rasa trauma. Korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan suasana hati dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

Kondisi itu tentunya akan berdampak pada masa depan generasi penerus bangsa. Terlebih saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan generasi emas pada 2024.

Untuk itu, dia meminta agar seluruh pihak dapat melindungi generasi penerus bangsa dari berbagai ancaman, salah satunya perundungan anak.

“Ini perjuangan yang tidak boleh berhenti untuk melindungi anak-anak kita demi masa depan anak. Untuk itu, stop bullying,” imbuhnya.

Untuk menjaga generasi penerus bangsa, Bunda Novita mengatakan, agar memberikan hak-hak yang penuh pada anak. Seperti misalnya hak untuk berpartisipasi, hak mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari aspek lingkungan keluarga hingga sekolah.

Dengan pola yang baik itu, dia meyakini akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

“Jadilah orang tua yang positif. Pengasuhan yang positif bagi anak-anak kita sehingga anak-anak kita tidak berpotensi menjadi bullying teman-teman sekitarnya,” pungkas Bunda Novita dalam kegiatan workshop pencegahan dan penanganan perundungan anak di satuan pendidikan .

Reporter : Angga Prasetya

Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *