Jombang, SEJAHTERA.CO – Hj Mundjidah Wahab yang kembali maju pada Pilkada Jombang 2024 sebagai menjadi calon bupati, memiliki catatan panjang pengabdian dan kiprahnya di berbagai organisasi sejak masa muda.
Baca Juga :Munaslub Kadin Picu Polemik, Presiden Jokowi : Bola Panasnya Jangan Disorong ke Saya
Terakhir, setelah lima tahun memimpin Jombang bersama Sumrambah pada 2023, Mundjidah Wahab aktif untuk memimpin PPP Jawa Timur dan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Jombang.
Putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah ini berkiprah di organisasi perempuan NU sejak belia. Diawali menjadi pengurus IPPNU, Fatayat NU hingga Muslimat NU.
Keaktifannya di organisasi keagamaan membuat Mundjidah dikenal luas oleh masyarakat, terutama para kaum perempuan. Itu karena Mundjidah Wahab selalu mengikuti berbagai aktivitas di Muslimat NU.
Baca Juga :Digulung Ombak Pantai Dlodo Tulungagung, Pemuda Asal Kota Kediri Hilang
“Alhamdulillah banyak hal yang telah kita lakukan secara bersama untuk kebesaran dan kemajuan organisasi Muslimat NU,” kata Mundjidah , saat ditemui wartawan, di lapangan Denanyar, Selasa (17/9/2024).
Pada Selasa, pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas itu hadir pada acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PAC Muslimat Jombang Kota.
Kehadirannya disambut ribuan warga Muslimat NU yang telah berkumpul di lapangan Denanyar, Kabupaten Jombang, sejak Selasa siang.
Baca Juga :Diduga Mencuri Ponsel, Warga Bandung Tulungagung Mendekam di Tahanan
Pencetus Program Kiprah dan perjuangan dalam menguatkan Muslimat NU ini memang cukup besar. Dia banyak menelurkan gagasan untuk kemajuan organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama itu.
Di antara gagasan Mundjidah yang terus berjalan dan direplikasi daerah-daerah lain di Indonesia, yakni Gerakan Seribu (Gerbu) untuk sedekah jariyah.
Gerbu adalah salah satu strategi penggalangan dana organisasi yang bersumber dari anggota dengan manajemen profesional.
Gerakan ini juga merumuskan program utama, yaitu menguatkan peran Muslimat NU Jombang dalam meningkatkan pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi dan menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga :Bekuk Pengedar Sabu-sabu di Pinggir Jalan Wates-Kediri
“Ini digunakan untuk kegiatan internal dan eksternal, termasuk santunan anak yatim, fakir miskin, baksos, buta aksara dan pelatihan kemandirian,” ungkap Mundjidah.
Dijelaskan, program Gerbu dilaksanakan dengan menerapkan manajemen profesional dengan menggandeng bank dalam mengelola uang jariyah.
Setelah terkumpul di ranting dan anak cabang, petugas bank akan mengambil jariyah tersebut ke masing-masing anak cabang.
Baca Juga :Tiga Hektare Hutan Jati Terbakar, Api Padam di Dekat Perkampungan
Dalam praktiknya, pimpinan ranting Muslimat NU menyetorkan iuran kepada pimpinan anak cabang setiap bulan pada pengajian kubroan. Pimpinan anak cabang kemudian menyerahkannya ke Bank Jatim.
Kemudian setiap 6 bulan, Bank Jatim mendistribusikan tabungan tersebut ke rekening PP 5 persen, PW 5 persen, PC 20 persen, serta PAC 20 persen dan PR 50 persen.
Adapun untuk mewujudkan transparansi program, maka semua capaian akan di-update di website resmi organisasi setiap saat.
Mundjidah menambahkan, semangat gotong-royong pengurus dan anggota sudah cukup bagus. Jariyah anggota akan disalurkan setiap bulan dengan lokasi dan sasaran berbeda.
Baca Juga :Sebanyak 4748 Kotak Suara Tiba di KPU Kediri dengan Pengamanan Khusus
Dari iuran tersebut akan didistribusikan ke beberapa titik sesuai kebutuhan program. Selain itu, juga dialokasikan untuk mendukung kegiatan kepengurusan di tingkat pusat hingga tingkat ranting.
Program Gerbu telah menunjukkan hasilnya, dimana pada 2017 telah melahirkan program corporate social responsibility (CSR) Bank Jatim sebesar Rp. 200 juta untuk pembangunan MCK bagi rumah tangga yang belum memiliki MCK di rumahnya.
Gerakan Seribu (Gerbu) untuk sedekah jariyah yang dicetuskan Mundjidah, rupanya menginspirasi pengurus Muslimat NU dari berbagai daerah.
Baca Juga :Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Lebih dari 13 Ribu Warga di 33 Desa Alami Krisis Air Bersih
Setelah Kongres Muslimat NU di Jakarta pada 2017, pengurus Muslimat NU dari berbagai daerah banyak yang melakukan studi banding ke Muslimat NU Jombang dan mereplikasi program tersebut di daerahnya masing-masing.
Selain gerakan seribu jariyah sedekah, Muslimat NU Jombang juga menginisiasi senam kreasi untuk anggota dan masyarakat luas. Terobosan terbaru itu bertujuan menyehatkan kaum perempuan anggota Muslimat yang sudah mulai lanjut usia.
Baca Juga :Pemotor Meninggal Dunia Tabrak Dump Truk Mundur di Kediri
“Inisiasi senam ini bisa dipakai oleh ibu – ibu usia 45 tahun ke atas. Dengan senam ini maka kondisi tubuh kita bisa terus semakin sehat dan terhindar dari segala penyakit,” tutul Mundjidah bakal calon bupati Jombang berpasangan dengan Sumrambah ini.



















