Ngopi Santai di Kedai Ngajeng Griya, Nongkrong Asyik Dekat Makam KH Wahab Chasbullah

Ngopi Santai di Kedai Ngajeng Griya, Nongkrong Asyik Dekat Makam KH Wahab Chasbullah
Suasana Kedai Kopi Ngajeng Griya yang ramai pengunjung, terletak dekat dengan makam KH Wahab Chasbullah, Desa Tambakrejo, Jombang. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian, sebuah kedai kopi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang hadir sebagai oase ketenangan.

Ngajeng Griya, nama tempat nongkrong yang sedang naik daun ini, menawarkan lebih dari sekadar kopi: suasana akrab, menu tradisional, dan nuansa religius khas Kabupaten Jombang menyatu dalam satu tempat.

Terletak tak jauh dari kompleks makam tokoh pendiri NU, KH Wahab Chasbullah, dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, kedai ini menjadi destinasi favorit para santri, peziarah, hingga warga lokal.

Read More

Mulai buka pukul 16.00 WIB hingga larut malam, Ngajeng Griya cocok dijadikan tempat istirahat, temu santai, rapat informal, bahkan nobar pertandingan olahraga.

Baca Juga :Kuak Kasus Kematian Pekerja Warung Kopi asal Plosoklaten, Polisi Buru Orang Terakhir

Zaky Surur (20), penjaga kedai, menyebut minuman berbahan dasar bunga rosela menjadi incaran pengunjung.

“Minuman rosela banyak yang pesan, apalagi pas cuaca dingin. Tapi perwedangan khas Jawa juga tetap laris, terutama malam hari,” jelasnya, Selasa (8/7/2025).

Selain rosela dan perwedangan, menu lain yang tersedia antara lain es soda, ketan, aneka snack, serta kopi khas racikan barista lokal. Harga yang ditawarkan pun ramah kantong, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 saja.

Suasana yang tenang menjadi nilai jual utama kedai ini. Bagi pengunjung seperti Umar Al Faruq (26), peziarah asal Lamongan, Ngajeng Griya bukan hanya tempat ngopi.

“Suasananya adem, nyaman, dan nggak bising. Bisa sambil kerja, rapat santai, atau sekadar melepas penat. Seusai wisata religi, ngopi di sini pas banget. Apalagi tiap Sabtu malam ada live music, makin betah,” tuturnya.

Baca Juga :Taman Pecut Samandiman, Lokasi Santai Nongkrong Menikmati Air Mancur Goyang dan Bermusik

Live music akustik yang rutin digelar setiap Sabtu malam menghadirkan musisi-musisi lokal yang membawakan lagu-lagu syahdu, menciptakan pengalaman bersantai yang khas dan penuh nuansa.

Berkat lokasinya yang strategis, Ngajeng Griya bukan hanya tempat tongkrongan biasa. Ia menjadi jembatan antara wisata religi, budaya lokal, dan gaya hidup kekinian.

“Kedai ini seolah menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat nongkrong yang tak hanya menyuguhkan makanan dan minuman, tetapi juga suasana dan pengalaman,” imbuh Zaky.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *