Pelantikan Pengurus Kopdes Merah Putih Jombang Berlangsung di TPA

Pelantikan Pengurus Kopdes Merah Putih Jombang Berlangsung di TPA
Bupati Warsubi menyerahkan SK secara simbolis kepada perwakilan pengurus Kopdes Merah Putih di TPA Banjardowo, Jumat (23/5/2025).(sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjardowo menjadi lokasi pelantikan 2.488 pengurus dan pengawas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Jombang, Jumat (23/5/2025). Ya, di lokasi tak biasa itulah, semangat ekonomi kerakyatan digelorakan.

Baca Juga :Maling Burung Murai Batu Siang Bolong, Lelaki Dimassa

Pengurus koperasi berasal dari 302 desa dan 4 kelurahan di seluruh penjuru Jombang. Masing-masing desa membentuk tim berisi 8 orang, termasuk pengawas.

Read More

Pembentukan dan legalisasi koperasi telah rampung, dengan dukungan dari 64 notaris lokal yang membantu akta notaris secara kolektif.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari desa,” tegas Bupati Jombang, Warsubi, dalam sambutannya.

Ia menyebut, koperasi menjadi motor penggerak perekonomian berbasis gotong-royong. Maka, ia menekankan agar para pengurus menjalankan amanah dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan pribadi atau kelompok.

Koperasi Desa Merah Putih merupakan program prioritas Pemkab Jombang yang dibentuk melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Legalitasnya telah tuntas, dan kini 306 koperasi desa resmi beroperasi.

Baca Juga :Diduga Curi IPhone Karyawan Sampoerna, Pria asal Ngimbang Lamongan Diringkus Polisi

Hadir dalam pelantikan, Staff Khusus Kementerian Koperasi dan UKM RI, Adi Sulistyowati. Ia menyampaikan bahwa koperasi desa adalah kunci pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Kami percaya masyarakat desa itu bisa mandiri. Koperasi ini adalah alat perjuangan ekonomi rakyat dari bawah,” ujarnya.

Adi menambahkan, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, penguatan SDM, serta sinergi antara pemerintah dan stakeholder desa.

Namun ia tak menutup mata bahwa tantangan selalu ada. Mulai konflik kepentingan hingga risiko penyelewengan dana menjadi PR bersama yang harus diantisipasi.

“Ketergantungan pada pemerintah juga harus dikurangi. Koperasi harus tumbuh sebagai kekuatan mandiri,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *