Jakarta, SEJAHTERA.CO – Pelatih Timnas Indonesia dari Belanda Patrick Kluivert akhirnya datang ke Jakarta, Sabtu (11/1/2025) malam.
Baca Juga :Dinas Arpus Nganjuk Raih Predikat AA dalam Audit Kearsipan Nasional
Ketika di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Cengkareng, Patrick Kluivert langsung mendapat kawalan ketat dan kerumunan para wartawan.
Ketika dicegat para wartawan, Patrick Kluivert tidak terlihat memberi keterangan atau jawaban sambil terus berjalan menuju mobil jemputan.
Ketika beberapa kali namanya dipanggil orang di kawasan Bandara Soeta, sambil menoleh kekanan, Patrick Kluivert menjawab, “Selamat Malam,”.
Baca Juga :Hampir Dua Pekan di Awal Tahun 2025, Kasus DBD di Tulungagung Mencapai 44 Kasus, Simak Penjelasannya
Setelah menuju tempat istirahat, pada Minggu (12/1/2025) malam, PSSI resmi memperkenalkan pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert kepada media di Hotel Mulia, Jakarta.
Selama melatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert nanti akan didampingi oleh oleh dua asisten pelatih yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat yang masing-masing juga dari Belanda.
Pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert yang sudah datang ke Indonesia itu bakal dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak.
Baca Juga :Pabrik Tali Rafia Terbakar Hebat di Jombang, Begini Kejadiannya
Pada agenda perkenalan ini hadir juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Zainudin Amali dan Ratu Tisha, anggota Exco Arya Sinulingga, Pieter Tanuri, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi.
Sebelum sesi press conference, penyanyi jazz Andien membuka acara ini dengan membawakan sejumlah lagu.
Selain itu juga ada sejumlah foto pemain-pemain legenda timnas Indonesia yang dipajang sebelum memasuki ballroom hotel.
Baca Juga :Simak, ini Hasil 2 Agenda dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kediri
“Semua pemain dan tim pelatih memiliki tujuan yang sama yakni lolos ke Piala Dunia 2026. Target pertama adalah langsung memberikan efek positif pada empat pertandingan tersisa pada kualifikasi Piala Dunia 2026,” kata Patrick Kluivert.
“Semua pemain baik itu lokal atau diaspora harus tampil sebagai sebuah tim, dan pemain lokal sama pentingnya dengan pemain abroad di Timnas,” tambah dia.
Keduanya adalah jantungnya Timnas Indonesia, karena ini bukan tentang naturalisasi. Mereka datang untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga :Beri Semangat, Pj. Walikota Batu Cek Logistik, Ransum dan Sarpras Tim Reaksi Cepat BPBD
“Semuanya penting jika mendapatkan panggilan membela Timnas Indonesia,” tambahnya.
Pelatih kelahiran 1 Juli 1976 tersebut menambahkan dirinya akan mengusung permainan menyerang di Timnas Indonesia. Pendekatan taktik seperti itu yang akan coba diterapkan Patrick Kluivert.
“Yang paling penting adalah saya suka permainan sepak bola menyerang. Saya familiar dengan segala sistem. Saya pernah jadi asisten Louis van Gaal di (Piala Dunia) 2014,” jelasnya saat konferensi pers.
Patrick Kluivert juga suka formasi 4-3-3, tapi juga tergantung pemain, nyaman di mana.
“Saya bisa implementasikan gaya apa pun. Dalam sepak bola, Anda harus dinamis dan mengombinasikan banyak hal,” harap pelatih baru ini.
Debut Patrick Kluivert akan dimulai saat Timnas Indonesia melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret mendatang.
Kemudian dilanjutkan kontra “panas” antara Bahrain melawan Timnas Indonesia yang dijadwalkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada 25 Maret mendatang.
Baca Juga :Pemkab Ponorogo Usulkan Rp 8,1 Miliar Perbaikan Tanggul Jebol Pasca-banjir ke Provinsi Jawa Timur
Laga kontra Australia dan Bahrain tersebut merupakan pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C Zona Asia.



















