Pemantau Pilkada Jombang Sebut Banyak Laporan Pendamping Desa Tak Netral

Pemantau Pilkada Jombang Sebut Banyak Laporan Pendamping Desa Tak Netral
Ketua lembaga Pemantau Pemilu Genah, Hendro Suprasetyo. (dok.memo)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Lembaga Pemantau Pilkada Jombang, Generasi Nasional Hebat (GENAH), mengakui telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan ketidaknetralan Pendamping Desa (PD).

Baca Juga :Rumah dan Gudang di Ngasem Kediri Terbakar, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

Ketua GENAH, Hendro Suprasetyo, mengatakan laporan itu terkait dugaan keterlibatan pendamping desa dalam mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilkada Jombang.

Read More

Namun, setelah dilakukan kajian terhadap aturan yang mengatur pendamping desa, GENAH menyimpulkan bahwa tidak ada landasan hukum yang memungkinkan laporan tersebut dilanjutkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca Juga :Cerita Korban Dugaan Keracunan Massal di Trenggalek, Berawal dari Nasi Kotak

“Banyak yang melaporkan soal keterlibatan pendamping desa. Namun, setelah kami kaji, ternyata tidak bisa menjadi bahan laporan kami,” ujar Hendro beberapa waktu laku saat diwawancarai di Kantor Bawaslu Jombang.

Hingga saat ini, lanjut Hendro, setidaknya ada empat laporan yang masuk ke pihaknya terkait dugaan ketidaknetralan pendamping desa.

Baca Juga :Tegaskan Netralitas dalam Pilkada, Pj Bupati Jombang Berencana Kumpulkan Seluruh Kades

Dugaan itu menunjukkan bahwa beberapa oknum pendamping desa diduga mendukung Paslon nomor urut 2, Warsubi-Salmanudin Yazid atau dikenal dengan akronim WarSa.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Jombang, Jagat Putradona, membenarkan adanya laporan terkait dugaan ketidaknetralan pendamping desa tersebut.

“Laporan itu masih bersifat informasi awal dan diperoleh dari pengawasan di media,” kata Jagat, Senin (14/10/2024).

Baca Juga :BKPSDM Ponorogo Umumkan Jadwal Tes dan Lokasi SKD CPNS, Ada yang Tes di Luar Negeri

Bawaslu Jombang, menurut Jagat, sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga kondusifitas politik di wilayah tersebut. Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan Pilkada berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menjaga suasana kondusif selama Pilkada berlangsung,” tegasnya.

Jagat juga mengonfirmasi bahwa ada oknum pendamping desa yang terlibat dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) untuk salah satu Paslon. Bawaslu akan terus mengupayakan kondusifitas Pilkada dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Baca Juga :Diduga Terjadi Korsleting Listrik dari Sepeda Motor, Rumah Warga Bono Tulungagung Ludes Terbakar

“Kami terus melakukan imbauan agar semua pihak menjaga kondusifitas Pilkada,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *