Pemeriksaan Kesehatan Telinga Ratusan Pelajar, Dinkes Tulungagung: Duapuluh Persen Mengalami Masalah THT

Pemeriksaan Kesehatan Telinga Ratusan Pelajar, Dinskes Tulungagung: Duapuluh Persen Mengalami Masalah THT
Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan kesehatan telinga pelajar di Tulungaguny.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan pelajar di Kabupaten Tulungagung menjalani pemeriksaan kesehatan telinga yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung pada Selasa (25/2/2025).

Selama pemeriksaan ini, sekitar 10 persen sampai 20 persen siswa tersebut telinganya kotor dan bahkan ada yang mengalami infeksi.

Ketua Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Tulungagung, Moch. Mundir Arif mengatakan, dalam rangka memperingati ‘Hari Pendengaran Sedunia’, pihaknya melakukan pemeriksaan pendengaran. Tercatat setidaknya terdapat 145 siswa yang menjalani pemeriksaan pendengaran.

Read More

Rincianya, sebanyak 105 orang yang diperiksa merupakan siswa sekolah dasar (SD), sedangkan sebanyak 40 orang sisanya merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP). Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan tidak adanya siswa yang mengalami gangguan pendengaran.

Baca Juga :Lestarikan Budaya Jelang Puasa, Pelajar SMP Negeri 4 Jombang Kirab Keliling dan Gerebek Apem

“Sasaran pemeriksaan kesehatan pendengaran ini merupakan siswa atau pelajar di Tulungagung, untuk memastikan tidak adanya gangguan pendengaran yang dialami mereka,” kata Moch. Mundir Arif, Selasa (25/5/2025).

Selama pemeriksaan, Dinkes mendapati adanya 10 persen hingga 20 persen dari total 145 pelajar mengalami gangguan pendengaran dikarenakan telinganya kotor. Bahkan terdapat satu orang siswa yang diketahui terdapat nanah di telinganya yang kemungkinan disebabkan infeksi.

Adanya infeksi pada telinga biasanya terjadi karena batuk pilek yang cukup lama, sehingga infeksi itu masuk ke area telinga dan melubangi gendang telinga anak. Pada kondisi ini, siswa yang mengalami infeksi pada telinganya itu lantas direkomendasikan untuk segera mendapatkan perawatan Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Baca Juga :Harga Telur di Ponorogo Naik Ugal-ugalan, Masyarakat Pilih Beli Langsung dari Peternak

“Antara telinga dan mulut itu ada saluran yang terhubung, sehingga ketika batuk dan pilek selama seminggu dan tidak kunjung sembuh, infeksinya akan berdampak pada telinga dan melubangi gendang telinga, sehingga telinga bernanah. Pada kondisi ini, biasanya pendengaran mulai berkurang,” ungkapnya.

Mundir menyebut, permasalahan kesehatan telinga pada anak biasanya kerap berdampak pada masalah akademis yang diakibatkan pendengarannya berkurang. Maka dari itu, pihaknya pun menyarankan agar anak-anak di Tulungagung rutin melalukan pemeriksaan maupun membersihkan telinga.

Meski begitu, sebenarnya terdapat lima faktor gangguan pendengaran, seperti gangguan pendengaran sejak lahir, Kopokan/congek (Infeksi telinga), akibat suara keras, telinga kotor maupun faktor usia (Pendengaran menurun). Namun mayoritas kasus gangguan pendengaran di Tulungagung karena faktor usia.

Baca Juga :Lima Persen PJU di Ponorogo Rusak Tiap Bulan, Dishub Siagakan Patroli Malam

“Kami sarankan agar setiap orang terutama anak usia pelajar itu rutin melakukan pemeriksaan telinga. Meskipun kebanyakan kasus gangguan pendengaran di Tulungagung itu akibat usia, sehingga pendengaran mulai menurun,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *