Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil langkah strategis dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang Idulfitri.
Selain menugaskan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengontrol sejumlah harga, Pemkab Ponorogo juga akan menjalin kerja sama antardaerah guna menyuplai kebutuhan bahan pangan di Bumi Reyog.
Menurut Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ada sejumlah komoditas pangan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti sayur mayur, cabai, dan bahan pokok lainnya.
Dengan kerja sama tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan yang berlebihan.
Baca Juga :Tiga Kendaraan Alami Kecelakaan di Mojoagung Jombang, Ternyata ini Pemicunya
“Jangan sampai inflasi terlalu tinggi, maka saya mencoba untuk membangun komunikasi dengan semua pihak. Jika kebutuhan itu ada di luar daerah, maka kerja sama antardaerah menjadi solusinya,” ujar Sugiri Sancoko, Jumat (14/3/2025).
Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo tersebut juga mengatakan, TPID akan menggelar operasi pasar yang akan dilaksanakan di titik-titik strategis yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Apalagi sejak awal tahun hingga pertengahan Februari, harga bahan pokok di pasaran sempat mengalami penurunan. Namun, memasuki pekan terakhir sebelum Ramadan, harga kembali merangkak naik.
“Kalau pun operasi pasar, nanti tidak di pasar agar tidak menggerus rezeki pedagang pasar. Mungkin nanti di titik rawan kecamatan penopang kota, atau yang lain,” tambahnya.
Baca Juga :Silaturahmi Rutin, Polres Kediri Kota Ajak Awak Media Bagikan Takjil dan Buka Puasa Bersama
Sugiri Sancoko menyadari bahwa kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan tren tahunan akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Oleh karena itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemkab Ponorogo terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang stabil.
“Kenaikan harga itu kan terjadi karena antara demand dan suplainya tidak seimbang. Ketika demand tinggi, suplai terlambat, pasti harga naik,” urainya.
Baca Juga :Geger, Kerangka Manusia Ditemukan di Goa Pletes Sumawe Malang
“Ini hampir menjadi kebiasaan setiap tahun, maka kami berupaya untuk mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi,” pungkasnya.



















