Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pemkab Trenggalek jajaki peluang pembiayaan perhutanan sosial di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan. Skema itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sudah proaktif menjaga lingkungan.
Baca Juga :Bantu Warga Terdampak Banjir, Polres Blitar Kerahkan Tim Bantu Bersih-bersih
Penjajakan peluang itu disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai menghadiri kegiatan diskusi bersama Dirjen Perbendaharaan BPDLH Kementerian Keuangan di Gedung JB Tower Lantai 29 Kebon Sirih Gambir Jakarta beberapa waktu lalu.
Mas Ipin sapaan akrabnya menyebut akan mencoba menjajaki peluang pembiayaan perhutanan sosial itu.
“BPDLH sendiri memang diberikan mandat untuk mengelola dana bergulir untuk pembiayaan usaha kehutanan dan juga investasi lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat,” kata Mas Ipin, Senin (2/1/2024).
Mas Ipin menyebut, pembiayaan itu diperuntukkan untuk masyarakat yang telah berkontribusi terhadap rehabilitasi hutan dan lahan. Harapannya dana bergulir ini dapat mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perhutanan sosial.
“Kita membicarakan tentang pembangunan integrated area development, biar nanti nilai ekonomi kehutanan ini bisa valuasi-nya lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga :Oknum Pekerja Kedapatan Merusak Pedestrian, Pj. Wali Kota Batu: Harusnya Dijaga, Bukannya Dirusak!
Pihaknya menyambut baik peluang yang ditawarkan BPDLH kepada Kabupaten Trenggalek. Dengan adanya program itu, pihaknya berharap dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakatnya.
“Semoga membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.



















