Kediri, SEJAHTERA.CO – Keluhan terhadap maraknya truk over dimension over load (ODOL) kembali mencuat di Kediri Raya. Keberadaan truk bermuatan berlebih tersebut dinilai berpotensi merusak jalan protokol, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri.
Menindaklanjuti persoalan itu, Aliansi Penambang Pasir Tradisional Kediri Raya mendatangi Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Senin (20/4/2026). Mereka diterima langsung Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, H. Totok Minto Laksono, bersama sejumlah anggota dewan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kasat Lantas Polres Kediri, Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kediri.
Koordinator Aliansi Penambang Pasir Tradisional Kediri Raya, Tubagus Hidayatullah, meminta DPRD maupun Pemkab Kediri bersikap tegas terhadap keberadaan truk ODOL. Menurutnya, selain melanggar batas muatan, truk tersebut juga berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan.
Ia menekankan pentingnya langkah awal berupa sosialisasi kepada para sopir, terutama yang berasal dari luar daerah, sebelum dilakukan penindakan.
“Perlu adanya sosialisasi terlebih dahulu agar mereka paham bahwa kendaraan yang digunakan termasuk truk ODOL dan berpotensi merusak jalan di Kabupaten Kediri. Kami berharap setelah itu ada tindakan tegas jika pelanggaran tetap terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, H. Totok Minto Laksono, mengapresiasi langkah yang dilakukan aliansi penambang pasir tersebut. Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut secara serius.
Menurutnya, pendekatan bertahap perlu dilakukan, dimulai dari sosialisasi yang lebih detail kepada para pengemudi truk, agar mereka memahami dampak dan risiko dari praktik over kapasitas.
“Kami menilai penting adanya sosialisasi yang komprehensif terkait bahaya truk ODOL di jalan raya. Tentu akan ada tahapan dan solusi sebelum dilakukan tindakan oleh pihak terkait,” katanya.
DPRD Kabupaten Kediri berharap koordinasi lintas instansi dapat mempercepat penanganan persoalan ini, sehingga kerusakan jalan akibat kendaraan over kapasitas dapat diminimalkan.



















