Pengamanan Debat Kedua Pilkada 2024, Polres Tulungagung Siapkan Skema Pembatasan Pendukung Paslon

Pengamanan Debat Kedua Pilkada 2024, Polres Tulungagung Siapkan Skema Pembatasan Pendukung Paslon
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi saat berbicara soal pengamanan debat kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang debat kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, ratusan personel akan disiagakan selama pengamanan debat tersebut.

Baca Juga :Sinergi Polres Jombang dengan Forkopimda Jaga Ketahanan Pangan dengan Penanaman Jagung di Lahan Kosong

Pelaksanaan debat kedua ini juga akan semakin dibatasi, dimana setiap paslon hanya boleh membawa maksimal 75 pendukung.

Read More

Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, debat kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung akan digelar dua hari lagi tepatnya pada Jum’at (22/11/2024).

Menyikapi pelaksanaan debat kedua yang akan digelar, pihaknya sudah melakukan rakor dengan berbagai pihak.

Baca Juga :Pj Walikota Batu Apresiasi Pemdes Bumiaji Bina Bakat Olahraga di Kota Batu

Terutama pihak Liaison Officer (LO) dari keempat paslon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung untuk menjalin kesepakatan terkait teknis pelaksanaan debat kedua tersebut.

Pasalnya, pada debat kedua ini, pihaknya berencana untuk semakin membatasi pendukung dari masing-masing paslon yang hadir ke lokasi debat.

“Kemarin sudah kami kumpulkan masing-masing LO paslon, total ada 4 (empat) LO dan beberapa instansi terkait lainnya, untuk membahas teknis pelaksanaan debat kedua,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga :Debat Pamungkas, KPU Ponorogo Libatkan Lima Panelis Independen Lulusan Luar Negeri

Selama rakor tersebut, ungkap Taat, akhirnya telah diaepakati jika masing-masing paslon hanya boleh membawa pendukung sebanyak 75 orang saja.

Nantinya, 75 orang tersebut diperbolehkan untuk masuk ke lokasi debat untuk memberikan dukungan secara langsung terhadap paslon yang didukung.

Tidak hanya jumlah pendukung yang dibatasi, jumlah kendaraan yang digunakan juga ikut dibatasi yakni hanya mereka hanya boleh membawa 10 kendaraan roda empat saja.

Baca Juga :Debat Pamungkas, KPU Ponorogo Libatkan Lima Panelis Independen Lulusan Luar Negeri

Kendaraan yang masuk ke area debat kedua itu juga harus memiliki stiker khusus yang sudah diberikan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita batasi 75 orang pendukung yang boleh masuk dengan hanya membawa 10 mobil saja yang sudah memiliki stiker khusus dari KPU. Kalau tidak ada stikernya, tidak boleh masuk,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pendukung lain, jelas Taat, pihaknya menghimbau agar tidak ada pendukung lain diluar 75 orang itu yang hadir ke lokasi debat, karena tidak akam diperbolehkan masuk oleh petugas.

Baca Juga :Asyik Nobar Indonesia vs Arab Saudi, Warga Kalipang Didatangi Ular Weling

Dengan begitu, mereka lebih baik menonton debat kedua di masing-masing posko pemenangan paslon saja.

“Kalau ada yang datang diluar 75 orang itu, tetapi kami tidak perbolehkan masuk. Kami sarankan lebih baik nobar di masing-masing posko pemenangan, demi kemanan dan kelancaran pelaksanaan debat kedua,” jelasnya.

Skema pengamanannya sendiri, Taat menyebut, secara garis besar masih sama dengan saat debat publik pertama kemarin, yakni dengan menerapkan sistem 3 ring pengamanan.

Baca Juga :Rentetan Bencana Alam di Trenggalek, Mulai Banjir Rendam Rumah, Longsor Putus Akses hingga Pohon Tumbang Timpa Pemotor

Diketahui, ring pertama yakni pada area gedung lokasi debat, lalu ring kedua di area dalam Crown Victoria Hotel, ring ketiga di luar Crown Victoria Hotel.

Menurut Taat, selama pengamanan ini, pihaknya akan mengerahkan personel gabungan sejumlah 580 orang personel yang dikerahkan untuk menjamin keamanan pelaksanaan debat kedua.

Secara teknis pengamanannya diketahui tidak akan jauh berbeda dengan pengamanan pada saat debat pertama.

Baca Juga :Perempuan Asal Desa Bangoan Tulungagung Nekat Bunuh Diri, Diduga Ini Penyebabnya

“Kurang lebih sama, karena setelah evaluasi pengamanan debat pertama kemarin, tidak ada kendala yang berarti. Namun kami berimprovisasi dengan meningkatkan keamanannya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *