Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran Operasi Zebra Semeru 2024 di Trenggalek

Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran Operasi Zebra Semeru 2024 di Trenggalek
Petugas saat mengatur rambu-rambu lalu lintas (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO –  Pengendara di bawah umur dominasi pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan Operasi Zebra Semeru 2024 di Kabupaten Trenggalek. Kondisi itu menjadi atensi jajaran pihak kepolisian.

Baca Juga :Operasi Zebra Semeru 2024 di Kota Blitar Berakhir, Ada 16 Kecelakaan 1 Meninggal Dunia

Merujuk hasil Operasi Zebra Semeru 2024 yang berlangsung sejak 14 Oktober 2024 hingga 27 Oktober 2024, jumlah pelanggaran pengendara di bawah umur mencapai 684 orang.

Read More

Kemudian disusul pelanggaran lampu lalu lintas sebanyak 163 orang, tidak menggunakan helm SNI sebanyak 49 orang, dan knalpot tidak sesuai spektek sebanyak 12 orang.

Baca Juga :Bawaslu Kota Batu Catat Ada 7 Dugaan Pelanggaran dalam Pilkada 2024

“Kemudian melebihi batas kecepatan 4 orang, berboncengan lebih dari satu 4 orang dan pelanggaran lainnya berupa surat-surat kendaraan sebanyak 46 orang,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, Selasa (29/10/2014).

Agus menyebut, hasil operasi zebra tersebut cukup bisa menggambarkan bagaimana realita perilaku masyarakat saat berkendara.

Baca Juga :Safari Politik ke Ponorogo, Sekjen PDI Perjuangan Singgung Pertemuan Megawati dan Prabowo

Pihaknya akan menindak lanjuti dengan langkah preemtif dan preventif terutama yang melibatkan usia pelajar dengan berkolaborasi bersama sekolah dan kampus yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Kondisi Ini tentunya perlu menjadi perhatian kita semua, bukan saja kepolisian tetapi juga stakeholder terkait, bagaimana upaya kita untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat terutama bagi kalangan pelajar dan pengendara yang masih dibawah umur,” imbuhnya.

Baca Juga :Soal Kericuhan di Ngadiluwih, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Damai

Dengan langkah itu, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi penerus dalam mematuhi peraturan lalu lintas sehingga meminimalisir potensi kecelakaan.

Kemudian, para pelajar diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas melalui edukasi yang masif.

“Tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, kemudian berkembang ke lingkungan keluarga dan diteruskan lingkungan sekolah,” katanya.

Baca Juga :Ini Cara KPU Nganjuk Peringati Hari Sumpah Pemuda di Kampus dan Sekolah

“Untuk mewujudkan itu semua, kami tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan dukungan, kerja sama serta kolaborasi bersama elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, operasi yang berlangsung selama 14 hari itu berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas merujuk perbandingan kecelakaan dalam operasi serupa pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :Belasan Siswi SMP Negeri 2 Kare Kabupaten Madiun Alami Kesurupan saat Upacara

Tahun lalu ada 30 kali kecelakaan, sementara tahun ini 9 kali kecelakaan. Meskipun demikian, dari sanksi tilang sebanyak 962 pelanggar dan 7.320 teguran kepada pelanggar lalu lintas, angka pelanggaran kalangan anak dibawah umur masih mendominasi.

Hal itu menjadi perhatian lebih jajaran kepolisian lalu lintas di Trenggalek.

Meskipun Operasi Zebra Semeru 2024 telah berakhir, bukan berarti upaya preemtif, preventif dan penegakan hukum menjadi kendor.

Baca Juga :Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Pj Wali Kota Kediri Berharap Pemuda Berperan dalam Pembangunan

‘Sebaliknya, hasil ini akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan berbagai langkah agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat selaras dengan turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *