Batu, SEJAHTERA.CO – Aksi simbolik memperingati 22 tahun wafatnya pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib digelar khidmat di komplek pemakaman almarhum, TPU Sisir, Kota Batu, pada Senin (7/9/2026) sore.
Baca juga: Doa Para Veteran jadi Kekuatan Wali Kota Nurochman Memimpin Kota Batu
Sebelum bertolak ke Kota Batu, massa aksi yang terdiri dari ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil berkumpul terlebih dahulu di titik kumpul Jalan Veteran, Kota Malang. Rombongan kemudian bergerak secara konvoi menuju makam almarhum untuk melangsungkan rangkaian refleksi.
Para peserta tampak kompak mengenakan pakaian serba hitam yang dipadu pita merah di lengan sebagai simbol duka sekaligus perlawanan. Masing-masing peserta turut membawa perlengkapan aksi simbolik seperti poster tuntutan, bendera, lilin, hingga karangan bunga.
“Bawa poster, bendera, lilin, bunga, dan keberanianmu,” bunyi ajakan tegas yang digaungkan peserta dalam memperjuangkan penuntasan kasus pelanggaran HAM mendiang Munir.
Agenda tahunan ini digelar khusus untuk mengenang jejak perjuangan Munir Said Thalib yang mengembuskan napas terakhirnya di udara pada 7 September 2004 silam. Selain wadah refleksi, momentum ini dimanfaatkan untuk terus merawat ingatan publik terkait penegakan keadilan hukum di Indonesia yang tak kunjung tuntas.
Aksi yang berlangsung haru tersebut dihadiri langsung oleh pihak keluarga almarhum Munir bersama ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, orasi kebudayaan, serta penaburan bunga di atas pusara almarhum.



















