Persiapan CJH Jombang Rampung, 1.266 Jemaah Siap Berangkat dengan Empat Kloter

Koper berdatangan milik calon jemaah haji tiba di kantor Kemengaj Jombang.
Nampak puluhan koper yang berdatangan milik calon jemaah haji tiba di kantor Kemengaj Jombang diberikan penanda unik supaya tak tertukar dengan jamaah yang lainnya dan mudah dikenali. (foto: taufiqur rachman)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang untuk tahun 2026 hampir rampung. Salah satu tahapan yang kini berlangsung adalah pengumpulan koper yang diberikan penanda unik para tamu Allah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Senin (4/5/2026).

Baca juga:Jagongan Budaya di Jombang, Doa Bersama untuk Kebangkitan Nusantara

Sejak pagi, area kantor sudah dipenuhi calon jemaah yang tampak sigap dan bersemangat mengantarkan kopernya. Koper-koper berisi barang pribadi itu tersimpan rapi. Pemberian penanda ini bertujuan agar koper milik masing-masing jemaah tidak mudah tertukar dan dapat dikenali, seperti diberi pita, kartu nama, foto pribadi, boneka, hingga bantal kecil klub sepak bola Manchester United.

Read More

Dari data yang disampaikan Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Jombang, Azifah Yusrinawati, tercatat total 1.266 jemaah yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 60, 61, 62, dan 63. Proses pengumpulan koper besar jemaah dilakukan secara bertahap.

“Untuk kloter 60 berjumlah 154 jemaah, kloter 61 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 62 sebanyak 375 jemaah. Sementara kloter 63 dengan 364 jemaah dijadwalkan menyerahkan koper besok,” ucapnya di Kantor Kemenhaj Jombang.

Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan telah ditetapkan. Kloter 60 akan diberangkatkan lebih dulu pada Rabu, 6 Mei 2026. Para jemaah dijadwalkan mulai masuk pendopo sekitar pukul 03.30 WIB sebelum bertolak ke asrama haji pada pukul 05.20 WIB.

“Untuk kloter 62 dan 63 akan diberangkatkan pada Kamis, 7 Mei 2026,” ujarnya.

Terkait barang bawaan, Azifah mengingatkan bahwa koper besar yang dibawa jemaah memiliki batas maksimal berat 32 kilogram. Selain itu, terdapat aturan ketat terkait barang cair yang hanya diperbolehkan maksimal 100 mililiter.

Ia juga mengimbau jemaah untuk membawa obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan. Obat dapat disimpan di tas tenteng atau koper kecil untuk kebutuhan selama di asrama haji, sementara dalam jumlah besar bisa dimasukkan ke koper utama.

“Apabila ditemukan barang yang dilarang, maka akan dikeluarkan saat pemeriksaan di asrama haji,” jelasnya.

Pihaknya memastikan bahwa sosialisasi terkait aturan barang bawaan telah dilakukan sejak awal, sehingga diharapkan seluruh jemaah telah memahami ketentuan tersebut. Sebagai penanda, setiap rombongan jemaah juga telah diberikan identitas khusus berupa pita atau tanda warna berbeda untuk memudahkan pengelompokan, mulai dari rombongan 1 hingga rombongan 9.

“Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, keberangkatan jemaah haji Jombang tahun ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” terangnya.

Sementara itu, Sugeng, warga Kecamatan Diwek, saat ditemui di lokasi pengumpulan koper, menekankan pentingnya faktor kesehatan sebagai prioritas utama menjelang keberangkatan. Para calon jemaah mulai mematangkan berbagai persiapan, termasuk menjaga kondisi kesehatan.

“Yang paling penting itu kesehatan. Alhamdulillah, sejauh ini kondisi kami dalam kelompok baik dan terus kami jaga,” ucap Sugeng.

Ia menyebutkan kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Sugeng juga menjelaskan bahwa setiap koper telah diberi tanda khusus agar tidak tertukar dengan milik jemaah lain.

Baca juga:Dipecat karena Absensi, Guru di Jombang Ajukan Banding: Klaim Sakit Tak Diperhatikan

“Penanda koper sudah disiapkan, jadi nanti lebih mudah dikenali. Ini penting karena jumlah jemaah banyak,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *