PMK Merebak, Pasar Hewan Dimoro Tetap Buka, Ini Penjelasan Disperindag Kota Blitar

PMK Merebak, Pasar Hewan Dimoro Tetap Buka, Ini Penjelasan Disperindag Kota Blitar
Pasar Dimoro yang terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA – Meski ada kasis Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), Pemkot Blitar masih membuka pasar hewan. Pemkot memilih untuk menunggu instruksi dari pemerintah provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wabub Bupati Terpilih Jombang 2025-2030, Ini Perolehan Suara Warsubi-Gus Salman

Kepastian itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo. Dirinya mengakui sampai saat ini Pasar Hewan Dimoro sebagai pasar terbesar di Kota Blitar masih buka seperti biasanya.

Read More

“Masih buka. Kami masih menunggu instruksi dari pemprov,” kata Hakim Sisworo, Kamis (9/1/2025).

Dia menjelaskan, meski masih buka, pihaknya tetap memberlakukan aturan ketat. Disperindag bersama dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian intensif turun ke pasar dan peternak. Selain mengecek kondisi sapi juga sosialisasi ke peternak dan penjual untuk menjaga ternak.

Baca Juga :Rancangan Kerja 2025, Pengelolaan Hutan hingga Sharing Agroforestri Menjadi Tantangan

“Seperti penyemprotan desinfektan di kendaraan ternak yang masuk ke pasar hingga pemeriksaan. Tetapi jika ditemukan sapi terkena PMK akan diminta pulang, dan setiap pedagang atau peternak wajib menbawa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH),” jelasnya.

Di lain pihak, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo mendukung upaya Pemkot Blitar soal pembukaan pasar. Pertimbangannya karena roda ekonomi. Jika nanti ditutup, dikhawatirkan bakal mempengaruhi nasib para pedagang di pasar hewan.

Baca Juga :Pastikan Kronologis Bus Pariwisata Menabrak Belasan Kendaraan, Dirlantas Polda Jatim Olah TKP

“Kuncinya harus intensif pengecekan dan pemeriksaan. Jangan sampai PMK menyebar,” katanya.

Politisi asal Gerindra ini menambahkan, dewan juga menyarankan agar para sapi milik peternak Kota Blitar untuk divaksin. Dengan begitu bisa memutus mata rantai PMK. “Mudah-mudahan tak ada lagi kasus,” harapnya.

Baca Juga :Harga Cabai Melonjak, Produsen Bumbu Pecel di Jombang Ikut Rasakan Berkah

Sebelumnya, di Kota Blitar sampai saat ini ada laporan kasus PMK sebanyak 24 kasus. Bahkan 1 sapi di antaranya mati. Pasar Dimoro sendiri merupakan pasar terbesar di Blitar. Ketika hari pasaran, sejumlah pedagang datang. Tak hanya dari Blitar saja melainkan dari daerah lain.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *