Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo bersama Satpol PP melakukan aksi penyegelan warung esek-esek yang berada di jalan Raya Siman – Jetis. Pada Senin (5/5/2025).
Baca Juga :Warga Kabupaten Kediri Naik Haji dengan Menabung Rp 20 Ribu Per Hari
Selain menempelkan banner dan stiker larangan penghentian aktivitas mulai tertanggal 5 Mei. Para warga juga memaku warung menggunakan bambu agar tidak bisa digunakan kembali.
Kabid Penegak Perda Satpol PP, Hendra Asmara Putra mengungkapkan jika dalam aksi tersebut ada sekitar 14 warung esek-esek yang tutup paksa dan disegel. Mayoritas tempat tersebut berkedok warung kopi.
“Hari ini ada 14 yang kita segel, kita tidak bisa membongkar karena tanah milik PJKA,” ungkap Hendra kepada wartawan.
Hendra menambahkan selain meresahkan masyarakat, hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan kecamatan Siman juga ditemukan adanya penjaga warung yang terkena HIV.
Pihaknya juga meminta para penjaga warung esek esek tersebut untuk tidak lagi melakukan aktivitas. Pun, mereka diminta untuk kembali ke daerah masing masing.
“Sebelum melakukan tindakan kita sudah koordinasi dengan tim kesehatan dan camat. Memang ditemukan sekitar 35 persen yang positif HIV. Kita minta untuk pulang ke daerah masing-masing dan tidak kembali ke Ponorogo,” tegasnya.
Sementara itu, anggota BPD Desa Demangan, Ihsan Muttaqin mengatakan, penutupan warung ini dikarenakan telah terbukti digunakan praktek prostitusi terselubung. Setelah penyegelan ini pemilik warung akan diminta untuk membongkar bangunannya agar tidak digunakan kembali.
“Karena sudah terbukti dan nyata digunakan untuk praktek prostitusi, kita minta untuk dibongkar dan tidak digunakan lagi,” ujar Ihsan.
Sejatinya, aksi penyegelan tersebut tidak hanya dilakukan sekali ini, namun sudah beberapa kali. Namun, pemilik warung nekat untuk membuka kembali warungnya. Hingga akhirnya akhir April dilakukan pemeriksaan kepada 29 orang pekerja warung, dan diketahui sebanyak 13 pekerja warung terjangkit HIV.
“Setelah ditracking, dari 29 orang yang terkena (HIV) kurang lebih ada 13 orang terkena HIV, positif,” pungkas Ihsan.



















