Batu, SEJAHTERA.CO – Progres pembangunan 9 titik pedestrian di Kota Batu yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mencapai 65 persen.
Baca Juga :Sempat Telat, Kiriman BBM Subsidi di Kota Blitar Kembali Normal
Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan jika progres pembangunan 9 titik pedestrian sampai saat ini kurang 35 persen, dan diharapkan selesai tepat waktu.
“Untuk progres pembangunan pedestrian di sembilan titik rata-rata telah mencapai 65 persen. Dengan pengerjaan saat ini memasuki tahap pengecoran pedestrian menggunakan material stamped concrete,” ujarnya, Senin (9/9/2024).
Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya tidak hanya melakukan pembangunan pedestrian. Namun juga dilakukan pelebaran drainase dan overlay hotmix atau pengaspalan.
Baca Juga :Kurun Waktu 8 Bulan Tangani 18 Bullying Lingkungan Ponpes
“Pada tataran pelaksanaan pembangunan pedestrian tidak hanya merubah tampang wajah kota. Tapi juga meningkatkan daya tampung pedestarian dengan awal lebar 1,5 meter jadi 2,5 meter,” bebernya.
Salain itu juga peningkatan kapasitas drainase yang awalnya memiliki lebar dan tinggi rata 50 cm menjadi sampai 1 meter. Ia mencontohkan seperti di Jalan Semeru dari lebar 1 meter saluran drainase dijadikan 3 meter.
“Target menyelesaikan pada Oktober yang bertepatan dengan hari jadi Kota Batu. Harapannya semakin bertambah usia Kota Batu, Pemkot Batu terus bergerak untuk mewujudkan dan menciptakan ruang pejalan kaki yang lengkap, aman, nyaman dan humanis bagi masyarakat dan wisatawan,” urainya.
Lebih lanjut, dengan adanya pembangunan pedestrian, irigasi dan pengaspalan dengan total Rp 14 miliar tersebut memiliki banyak dampak positif bagi kota wisata.
Di antaranya meningkatkan kualitas lingkungan karena akan semakin banyak wisatawan yang berjalan kaki.
“Selain itu nantinya pedestrian akan dipercantik dengan ditambahkan fasilitas yang lengkap. Seperti tempat duduk, lampu penerangan dan rambu-rambu lalu lintas yang jelas sehingga lebih nyaman digunakan,” paparnya.
Baca Juga :Antisipasi Terkendala Cuaca, DKPP Kota Blitar Minta Tambah Pekerja Proyek Rehab Pasar Ikan Hias
“Bahkan nanti akan ada CSR dari salah satu kampus swasta berupa lampu hias di jalan-jalan Kota Batu,” sambungnya.
Alfi juga memastikan, aksesibilitas pedestrian dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan disabilitas. Seperti penyediaan jalur khusus untuk kursi roda dan membuat kota menjadi lebih inklusif.
“Ini juga upaya Pemkot Batu untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata yang humanis atau ramah pejalan kaki. Serta kami berharap pedestrian juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Batu,” imbuhnya.
Sembilan titik pedestrian yang dikerjakan meliputi ruas Jalan Panglima Sudirman, Ruas Jalan Diponegoro, Jalan Pattimura, Ruas Jalan Hasan Halim, Jalan Sultan Agung, Jalan Dewi Sartika, Jalan Bromo, Jalan Semeru dan ruas Jalan WR Supratman.



















