Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan program balik mudik gratis 2025 di Kabupaten Tulungagung rupanya sangat diminati oleh masyarakat, dimana kuota mampu terpenuhi pada delapan hari sebelum keberangkatan.
Hal ini membuat puluhan calon penumpang yang turut mendaftar gagal diberangkatkan.
Plt. Kabid Angkutan dan Prasarana, Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Aries Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima armada bus untuk program balik mudik gratis.
Dimana lima bus itu telah diberangkatkan menuju berbagai kota dari Terminal Gayatri Tulungagung pada Minggu (6/4/2025).
Baca Juga :Satu Rumah di Desa Tenggang Jenangan Ponorogo Nyaris Terbakar
Pendaftaran pada program balik mudik gratis ini dimulai sejak Senin (10/3/2025) dan pendaftaran ditutup pada Sabtu (29/3/2025) atau delapan hari sebelum pemberangkatan terakhir.
Artinya, sebanyak 350 kuota seat yang tersedia pada program balik mudik gratis ini sudah terisi bagi pemudik yang akan kembali.
“Kemarin kamu sediakan 350 kuota seat dari total 5 bus untuk melayani program balik mudik gratis dari Tulungagung menuju kota asal, dan semuanya ludes terisi,” kata Aries Prasetyo, Senin (7/4/2025).
Berdasarkan data pendaftaran online, sebenarnya terdapat 30 orang pendaftar lagi yang sayangnya tidak mampu terakomodasi lantaran sudah terpenuhinya kuota seat yang disediakan.
Alhasil, 30 orang pendaftar tersebut tidak bisa terlayani pada program balik mudik gratis, sehingga tidak bisa diberangkatkan.
Baca Juga :Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Menewaskan Pelajar Kediri, Pelaku Peragakan Puluhan Adegan
Namun, sampai dengan pemberangkatan terakhir kemarin, Dishub mendapati ada armada bus yang tidak terisi penuh pada saat pemberangkatan. Pihaknya juga tidak mendapat pemberitahuan dari setiap penumpang yang tidak jadi berangkat pada program ini.
“Setiap armada bus yang seharusnya mengangkut 50 penumpang, hanya terisi sekitar 40 orang. Sehingga, hanya ada sekitar 200 lebih penumpang yang diberangkatkan,” ungkapnya.
Kondisi ini sebenarnya juga terjadi pada program balik mudik gratis di tahun 2024 kemarin, penumpang yang tidak hadir tanpa pemberitahuan juga menjadi persoalan yang berulang. Hal ini membuat Dishub harus melakukan evaluasi terkait sistem pada program balik gratis ini.
Dikarenakan pendaftar pada program ini menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk verifikasi identitas, pihaknya berencana untuk memblokir NIK penumpang yang tidak berangkat sesuai jadwal. Hal ini dilakukan sebagai efek jera bagi penumpang yang tidak jadi berangkat pada program ini.
Baca Juga :Hari Terahir Libur Lebaran, 8.583 Penumpang Turun di Stasiun Malang
“Serapan manfaat untuk masyarakat tidak maksimal, sehingga kami berencana untuk memblokir NIK penumpang yang tidak berangkat sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.



















