Puluhan Pohon Disterilisasi, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Trenggalek

Puluhan Pohon Disterilisasi, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Trenggalek
Petugas saat melakukan perampingan pohon (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO –  Puluhan pohon lapuk di jalur nasional wilayah Kecamatan Panggul menuju arah Kabupaten Pacitan dilakukan sterilisasi.

Baca Juga :Dua Hari, Dua Pelajar Tewas Kecalakaan di Tulungagung

Pemotongan maupun pemangkasan pohon rapuh itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi peralihan musim.

Read More

“Kegiatan ini sebagai wujud kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan ini,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Minggu.

Puluhan pohon yang rapuh itu dilakukan sterilisasi karena berpotensi roboh dan membahayakan pengguna jalan, utamanya saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Baca Juga :Satu Perempuan Tewas Imbas Bencana Puting Beliung, Ini Kata Kapolres Blitar Kota

Untuk itu, pihaknya melakukan perampingan pohon yang dinilai rentan roboh menyambut musim penghujan di jalur nasional wilayah Kecamatan Panggul hingga arah Pacitan.

“BMKH Juanda memperkirakan awal musim penghujan pada November. Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

Kapolsek Panggul, AKP Andi Salbi menambahkan, pemotongan pohon itu dilakukan bersama TNI, BPBD, Trantibum, LMDH dan sejumlah relawan.

Baca Juga :Satu Perempuan Tewas Imbas Bencana Puting Beliung, Ini Kata Kapolres Blitar Kota

Pemotongan itu dilakukan setelah petugas gabungan melakukan identifikasi sebelumnya. Hasilnya terdapat puluhan pohon rentan roboh di sepanjang jalur itu.

“Dari pemetaan, kami menemukan sedikitnya 33 pohon yang dinilai cukup rentan terdiri dari jenis Akasia sebanyak 26 pohon, Johar 4 Pohon, Mahoni Sejumlah 1 Pohon, Mindi 1 Pohon dan Asem sebanyak 1 Pohon,” kata Andi.

Andi menyebut, pemetaan pohon rapuh di Kabupaten Trenggalek khusus sepanjang jalan nasional wilayah Panggul hingga masuk kawasan Pacitan itu dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat curah hujan yang mulai mengguyur wilayah Trenggalek.

Baca Juga :Tersangka Pungli Surat Segel Tanah Desa Sawoo Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo

Sebelumnya enam rumah warga di Kecamatan Suruh, Karangan dan Trenggalek rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang. Peristiwa itu dipicu akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda, Sabtu (2/11/2024).

Sebagai antisipasi dampak serupa, petugas gabungan melakukan langkah serupa di sejumlah titik yang dinilai membahayakan.

Disamping itu, langkah itu dilakukan sebagai kesiapan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025. Menurutnya, Jalan raya Panggul merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Pacitan serta akses utama menuju lokasi wisata.

Baca Juga :Forum Mahasiswa Madiun Raya Menyayangkan Ketidakhadiran Paslon pada Diskusi Publik Akademisi

“Sehingga saat libur Nataru bisa dipastikan ada peningkatan pengguna jalan yang cukup signifikan. Kondisi ini sudah seharunya menjadi perhatian kita bersama untuk mengantisipasi jangan sampai jatuh korban. Termasuk diantaranya adalah keberadaan pohon yang sudah rapuh karena usia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *