Blitar, SEJAHTERA.CO – Sepinya kondisi Pasar Legi menjadi atensi Pemkot Blitar. Sebagai upaya meramaikan, Disperindag Kota Blitar bakal mengelar bazar Ramadan 2025 yang lokasinya dipusatkan di pasar terbesar di Kota Blitar yang pernah terbakar itu.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pasar Disperindag Kota Blitar, Joko Purnomo.
Dia mengatakan, pasca-mendengar keluh kesah pedagang, pihaknya berupaya membuat terobosan untuk menggairahkan roda perekonomian di pasar.
Baca Juga :Jasa Cuci Karpet Sajadah di Jombang Banjir Pesanan Jelang Ramadan
“Bazar Ramadan ini salah satunya. Nantinya bakal digelar selama sebulan penuh. Harapannya bisa meramaikan pasar, karena diakui atau tidak pasar sedang sepi,” ujar Joko Purnomo, Minggu (23/2/2025).
Dia mengatakan sesuai dengan perencanaan, lahan atau lokasi yang bakal dijadikan bazar adalah di los dan pelayanan lantai dua Pasar Legi. Di lokasi itu nantinya akan dipisahkan untuk area takjil dan non-takjil.
Dengan pemisahan itu, nantinya para pengunjung atau konsumen bisa langsung mendatangi lokasi sesuai dengan barang yang diinginkan. “Ada pengelompokan nantinya. Mudah-mudahan lancar, karena ini memang kali pertama digelar,” katanya.
Baca Juga :Memukau dan Penuh Makna, Menyaksikan Pertunjukan Teater Pelajar di Jombang
Dia menambahkan, sesuai rencana awal, Bazar Ramadan akan dilaksanakan selama satu bulan dan kuota yang disediakan di los lantai dua Pasar Legi ada 150. Sementara untuk kuota di pelataran atau halaman kurang lebih ada 90.
Nah, kuota 90 ini diutamakan bagi pedagang takjil yang ada di sekitar Pasar Legi dan pedagang yang tidak terakomodasi di Jalan Kenanga Kota Blitar.
Saat ini, lokasi sudah disiapkan lokasinya di lantai dua Pasar Legi. “Untuk kiosnya sudah ditempeli stiker untuk menandai digunakan nanti kegiatan Bazar Ramadan 2025,” jelasnya.
Baca Juga :Tuntut Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo – Gibran, Ratusan Mahasiswa di Ponorogo Gelar Demonstrasi
Seperti diketahui, dalam beberapa tahun ini kondisi Pasar Legi semakin memprihatinkan. Pasar yang pernah terbakar itu terus menjadi ajang keluh kesah para pedagang.
Pasalnya, sepi dari pembeli. Meski Pemkot Blitar sudah membangun tangga otomatis, tetapi belum juga mampu mendongkrak keramaian pasar. Ratusan kios pun kosong melompong.



















