Ratusan Kilogram Sampah Terkumpul dalam 60 Menit di Pantai Sidem Tulungagung

Ratusan Kilogram Sampah Terkumpul dalam 60 Menit di Pantai Sidem Tulungagung
Aktivis lingkungan saat membersihkan dan mengumpulkan sampah plastik di Pantai Sidem Tulungagung (isal/memo)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO –  Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung ke dalam Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur menggelar aksi bersih-bersih dan brand audit di Pantai Sidem masuk Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Hasilnya, 100 kilogram sampah berhasil dikumpulkan hanya dalam waktu 60 menit.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jatim, Lucky Wahyu Wardana mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat.

Read More

Utamanya untuk menekan laju penggunaan plastik sekali pakai yang saat ini dinilai sudah mengalami kelebihan produksi dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :Masa Reses DPRD Kabupaten Kediri Dimanfaatkan Menjaring Aspirasi Masyarakat

Selain itu, kegiatan bersih-bersih pantai ini juga dilakukan untuk peringatan di bulan Juli secara internasional yang sebagai bulan bebas plastik selama satu bulan penuh untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Selain itu, para aktivis lingkungan ini juga melakukan brand audit untuk melihat brand apa saja yang seharusnya bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan.

“Pada aksi ini kami juga menggandeng LPM Aksara, LPM Dimensi, Persotamania, hingga Siswa Pecinta Alam (Sispala) untuk turut terlibat,” kata Lucky Wahyu Wardana, Minggu (19/7/2026).

Selama bersih-bersih pantai, ungkap Lucky, semua relawan yang terlibat berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 100 kilogram hanya dalam waktu 60 menit.

Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah dan diidentifikasi berdasarkan jenisnya, mulai dari plastik bening, saset, karet, kaca, hingga limbah B3.

Baca Juga :Polres Ponorogo Gelar Nobar Final Piala Dunia di Dua Lokasi, Alun-alun hingga Kafe

Pantai Sidem ini dipilih setelah melalui proses survei lapangan, sehingga diputuskan agar kegiatan Juli Bebas Plastik dilakukan di pantai ini dibanding pantai lainnya seperti Pantai Gemah.

Mengingat Pantai Sidem merupakan muara dari sungai besar yang melintasi tiga daerah, yaitu Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.

“Sampah di pantai ini bukan hanya dari pengunjung yang membuang sembarangan. Kami ingin mengidentifikasi hulu-hilirnya,” ungkapnya.

“Asumsinya, sampah ini mengalir dari sungai akibat kebiasaan masyarakat di kota yang membuang sampah ke aliran sungai,” ungkapnya lagi.

Selain membersihkan pantai, Lucky menyebut, pihaknya melakukan Brand Audit mencatat merek-merek produk apa saja yang kemasannya paling banyak mencemari Pantai Sidem.

Baca Juga :Sambut HUT ke-81 RI, Semangat Gotong Royong Warga Dander Hidupkan Nilai Nasionalisme

Temuan ini nantinya akan disusun dan dikirimkan kepada para produsen sampah serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung.

Sesuai regulasi persampahan, tanggung jawab pengelolaan limbah plastik tidak hanya menjadi kewenangan pemerintah ataupun masyarakat sebagai konsumen, melainkan juga melekat pada pihak produsen.

Mengingat produsen punya kewajiban untuk mengurangi sampah dari produk kemasan yang mereka buat.

“Sayangnya, sejauh ini belum ada timbal balik atau komitmen nyata dari pihak produsen. Bahkan sering kali permasalahan sampah ini berakhir di mediasi tanpa jawaban pasti,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *