Tulungagung, SEJAHTERA.CO – SD Negeri 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, yang terdampak gempa bumi magnitudo 5,5 berpusat di Kabupaten Pacitan, dinilai perlu segera dilakukan perbaikan. Pasalnya, bangunan sekolah tersebut rawan roboh apabila kembali terjadi gempa bumi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Sukowinarno, mengatakan pihaknya telah mengunjungi SD Negeri 1 Talunkulon pada Rabu (28/1/2026) untuk memastikan kondisi sekolah pascagempa yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan hasil peninjauan, ditemukan kerusakan pada tiga ruang kelas, masing-masing kelas IV, V, dan VI. Kerusakan berupa retakan pada tembok serta plafon yang rusak dan roboh. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan masih dapat berlangsung.
Baca Juga :Harga Naik, Petani Cabai di Kediri Kembali Sumringah
“Sehari setelah kejadian, kami langsung mengunjungi SD Negeri 1 Talunkulon. Terdapat retakan pada tembok tiga ruang kelas, serta plafon yang roboh,” kata Sukowinarno, Jumat (30/1/2026).
Meski KBM masih berjalan, pihaknya mengaku khawatir apabila gempa kembali terjadi. Retakan pada tembok ruang kelas dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah. Atas dasar itu, Disdik Tulungagung mengusulkan agar sekolah tersebut segera diperbaiki.
Laporan kondisi sekolah dan rencana perbaikan telah disampaikan kepada Bupati Tulungagung pada Jumat (30/1/2026). Selanjutnya, akan dibentuk tim untuk melakukan asesmen terkait tingkat kerusakan dan kebutuhan anggaran perbaikan.
“Saat ini KBM memang masih bisa dilakukan, tetapi tetap perlu kewaspadaan. Kami khawatir jika terjadi gempa lagi, tembok yang retak bisa roboh, sehingga kami usulkan perbaikan,” ujarnya.
Baca Juga :Kota Malang Bersiap jadi Tuan Rumah Peringatan Harlah 1 Abad NU
Sukowinarno menambahkan, rencana perbaikan SD Negeri 1 Talunkulon akan menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Tulungagung dengan nilai usulan sekitar Rp 300 juta. Anggaran tersebut direncanakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas, dengan estimasi Rp 100 juta per ruang kelas.
“Besaran anggaran masih akan melalui asesmen tim. Berapa pun yang nantinya disetujui, kami berharap perbaikan bisa dimaksimalkan dan dilakukan tahun ini,” pungkasnya. (sho)
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















