Ribuan Honorer Tulungagung Segera Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Fokus pada Peserta Seleksi

Ribuan Honorer Tulungagung Segera Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Fokus pada Peserta Seleksi
Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian ASN, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung, Kesit Rinanto saat memberikan pernyataan terkait pengusulan tenaga honorer untuk diangkat sebagai PPPK paruh waktu.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Di Kabupaten Tulungagung, ribuan tenaga honorer kini menatap harapan baru. Setelah bertahun-tahun mengabdi di berbagai instansi pemerintah dengan status yang serba tidak pasti, mereka akhirnya mendapat angin segar: akan diusulkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Baca Juga :Ribuan Tenaga Honorer Ponorogo Tidak Perlu Tes Langsung Dapat NIP

Jumlahnya tidak sedikit. Tercatat ada 5.464 tenaga honorer yang sudah masuk dalam database Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung. Mereka adalah orang-orang yang telah melalui tahapan seleksi PPPK dan mendapatkan kode keterangan mulai dari R1 hingga R4.

Read More

“5.464 tenaga honorer itu sudah mengikuti tahapan seleksi pengadaan PPPK, sehingga mereka memiliki kode keterangan yaitu R1, R2, R3, dan R4. Nantinya mereka semua akan kami usulkan,” ujar Kesit Rinanto, Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian ASN BKPSDM Tulungagung, Senin (18/8/2025).

Kesit menambahkan, meski jumlah tenaga honorer di Tulungagung kemungkinan lebih banyak, pihaknya belum bisa memastikan data di luar mereka yang sudah ikut seleksi. Alasannya, hanya honorer yang mengikuti tahapan seleksi PPPK yang tercatat resmi dalam database.

Baca Juga :Dengarkan Pidato Kenegaraan RI, DPRD Kabupaten Blitar Kompak Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa

Karena itu, Pemkab Tulungagung memilih untuk fokus lebih dahulu pada ribuan tenaga honorer yang sudah mengantongi kode hasil seleksi. “Untuk tahun 2004 ada yang ikut tahap pertama dan tahap kedua. Tahap pertama sudah selesai, SK sudah kami serahkan ke 433 orang,” ungkapnya.

Untuk seleksi tahap kedua, masih ada 88 formasi tersisa. Dari jumlah itu, baru 44 formasi yang sudah terisi, sementara sisanya masih dalam proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

BKPSDM Tulungagung kini bekerja ekstra. Proses pengusulan ribuan honorer itu sedang dikebut melalui aplikasi SI-ASN BKN. Harapannya, semua bisa rampung paling lambat akhir 2025.

Bukan tanpa tekanan, sebab Kementerian PAN-RB sudah menetapkan batas akhir pengusulan PPPK paruh waktu pada 20 Agustus 2025. Artinya, hanya dalam hitungan hari, seluruh dokumen harus sudah masuk dan diproses.

“Jadwalnya sudah ditetapkan secara nasional. Kami di daerah tinggal melaksanakan. Targetnya, pengusulan 5.464 tenaga honorer ini bisa selesai hingga akhir tahun,” tegas Kesit.

Kabar ini tentu menjadi titik terang bagi ribuan tenaga honorer di Tulungagung. Banyak di antara mereka telah mengabdi puluhan tahun, mengisi ruang kosong pelayanan publik di sekolah, puskesmas, hingga kantor desa, meski status dan kesejahteraan mereka belum sebanding dengan pegawai tetap.

Dengan rencana pengangkatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan kepastian hukum dalam bekerja, tetapi juga peluang peningkatan kesejahteraan. Meski hanya berstatus PPPK paruh waktu, langkah ini tetap dianggap sebagai pintu masuk menuju kehidupan yang lebih stabil.

Ribuan tenaga honorer kini hanya bisa berharap proses administrasi berjalan lancar. Mereka menunggu saat di mana kerja keras bertahun-tahun akhirnya diakui negara, meski dalam wujud PPPK paruh waktu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *