JOMBANG, SEJAHTERA.CO – Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan layanan kesehatan bagi ribuan peserta yang akan hadir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Baca juga:Diduga Cabuli Anak Angkat Selama Empat Tahun, Anggota Majelis Gereja di Jombang Ditahan
Sebanyak tiga posko kesehatan disiapkan untuk memastikan para muktamirin yang mengalami gangguan kesehatan maupun kelelahan mendapat penanganan cepat. Jika membutuhkan perawatan lebih lanjut, peserta juga akan mendapatkan fasilitas rujukan ke rumah sakit.
Wakil Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Bidang Kesehatan, KH Muhyiddin Zainul Arifin, mengatakan tiga posko kesehatan tersebut berada di Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah, MTsN 3 Tambakberas, dan MAN 3 Tambakberas.
Setiap posko akan dilengkapi tenaga medis yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.
“Setiap tim sudah ada minimal satu dokter dan tenaga kesehatan pendukung lainnya,” ungkap Gus Muhyiddin seusai rapat panitia lokal di ruang rapat Pondok Pesantren Tambakberas, Senin (10/8/2026).
Selain posko utama, panitia juga menempatkan tenaga kesehatan di 10 tower yang menjadi lokasi penginapan peserta. Di setiap tower akan tersedia perawat, Banser Husada, serta tenaga akupresur yang siap membantu peserta.
Peserta yang mengalami keluhan kesehatan dapat langsung mendapatkan pelayanan tanpa harus membawa persyaratan khusus.
“Kalau merasa kurang sehat dan ingin periksa, tidak perlu menggunakan voucher. Langsung datang dan akan dilayani,” ujarnya.
Gus Muhyiddin menjelaskan, panitia juga telah berkoordinasi dengan RSUD Kabupaten Jombang dan RSUD Ploso untuk menyiapkan layanan rujukan bagi peserta yang membutuhkan perawatan lanjutan.
“Kita sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Kabupaten Jombang dan Direktur RSUD Ploso. Jadi peserta bisa langsung dibawa ke sana dengan pelayanan khusus untuk peserta muktamar,” jelasnya.
Bagi peserta yang memiliki BPJS Kesehatan, proses pelayanan dan rujukan akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia juga siap membantu proses administrasi apabila diperlukan.
“Kalau mereka memiliki BPJS Kesehatan, maka sudah tidak ada masalah lagi, baik peserta dari Jawa Timur maupun luar Jawa Timur,” terangnya.
Sementara itu, peserta asal Kabupaten Jombang yang tidak memiliki BPJS Kesehatan akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jombang apabila membutuhkan perawatan.
Sedangkan peserta dari luar Kabupaten Jombang yang tidak memiliki BPJS akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan daerah asal masing-masing.
“Untuk yang asalnya dari Jombang, pembiayaannya sudah ter-cover oleh Pemkab Jombang. Kalau dari luar, nanti secara teknis akan dikoordinasikan dengan pasien dan daerah asal,” jelas Gus Muhyiddin.
Panitia mengimbau seluruh peserta memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan sebelum datang ke Jombang. Selain itu, tim medis juga akan disiagakan dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai pembukaan, sidang pleno, hingga sidang komisi.
Ambulans dan tenaga kesehatan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga:Jasad Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Jombang
“Kita berharap semuanya sehat, muktamar bisa berjalan dengan gembira dan mendapat keberkahan selama pelaksanaan,” pungkasnya.



















