Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Rumah milik Pandi warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung kebakaran hebat, Jumat (13/9/2024) siang. Akibatnya, rumah yang terbuat dari gedek atau anyaman bambu itu ludes.
Baca Juga :Kekeringan Kabupaten Tulungagung, BPBD: Desa Tak Punya Riwayat Krisis Air Bersih
Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, sekitar pukul 13.00 WIB, petugas Damkar Tulungagung menerima laporan terjadi kebakaran di Desa Krosok, Kecamatan Sendang.
Petugas segera menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK), tapi dikarenakan lokasi yang jauh dari Mako Damkar, petugas baru tiba di TKK sekitar pukul 13.40 WIB atau 40 menit usai menerima laporan.
“Lokasi kebakaran tadi terbilang jauh dari mako, sehingga kami memerlukan waktu selama 40 menit untuk tiba di TKK,” kata Bambang Pidekso, Jumat (13/9/2024).
Dengan dua unit mobil damkar dan satu unit truk tangki suplai air petugas melakukan pemadakam rumah Pandi. Sayangnya api sudah sangat membesar dan melahap seluruh bagian rumah tersebut.
Proses pemadamannya berlangsung kurang lebih selama 40 menit dan api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu kondisi rumah Pandi yang terbuat dari bambu sudah ludes terbakar.
“Kondisi rumah korban sudah ludes terbakar termasuk isi di dalam rumahnya,” jelasnya.
Baca Juga :Cuti Calon Petahana Pilbup Ponorogo Diproses, Penjabat Sementara Ditunjuk Pemprov Jatim
Bambang kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan menggali keterangan saksi. Berdasarkan hasil olah TKP, diketahui jika api berasal dari kebocoran LPG dan disambar kompor yang masih menyala.
Sedangkan dari keterangan korban, awalnya kompor dinyalakan istrinya untuk memasak dan ditinggal berbelanja. Karena dinding rumah berbahan bambu, akhirnya api dengan cepat menjalar hingga membakar rumah.
Baca Juga :Petugas Gabungan Lakukan Ramp Check Kendaraan Bus di Terminal Surodakan Trenggalek
“Akibat kejadian ini, pemilik rumah yakni Pandi mengalami kerugian material senilai Rp 250 juta atas kerusakan rumah dan isinya. Kebakaran ini termasuk berskala besar,” pungkasnya.



















