Satu Keluarga di Trenggalek Terpanggang hingga Luka Parah Akibat Kompor Meledak, Tiga Orang Masuk IGD, Ini Kronologinya

Satu Keluarga di Trenggalek Terpanggang hingga Luka Parah Akibat Kompor Meledak, Tiga Orang Masuk IGD, Ini Kronologinya

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Satu keluarga di Kabupaten Trenggalek alami luka bakar parah akibat kompor meledak.

Akibat peristiwa itu, tiga orang dilarikan ke IGD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek.

Sementara satu korban lainnya yang luka bakar dirawat di puskesmas Kabupaten Trenggalek.

Read More

Kepala Seksi Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Burhanuddin mengatakan, peristiwa itu menimpa empat warga RT/RW 01 Dusun Krajan Desa/Kecamatan Pule. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/6) pada pukul 18.35 WIB. “Ada empat korban dalam peristiwa itu. Iya mereka satu keluarga,” kata Burhanuddin, Senin (10/6).

Empat korban luka bakar dalam insiden itu adalah Andik (30), Mala (28), Gina (6) dan Tutik (49). Dari empat korban itu, hanya Tutik yang dirawat di Puskesmas Pule. Dia mengalami luka bakar 22,5 persen. Sementara tiga lainnya saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

“Untuk tiga korban lain dirujuk ke RSUD. Korban luka atas nama Andik mengalami luka bakar 63 persen, Mala 55 persen dan Gina 54 persen,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, kebakaran itu terjadi saat keluarga itu berkumpul di area dapur pada pukul 18.25 WIB. Pukul 18.30 WIB, Tutik akan menyalakan kompor untuk memanaskan sayur.

Saat itu dia bersamaan memasak air di tungku kayu yang lokasinya bersebelahan dengan tabung gas LPG. Diduga LPG itu bocor dan memenuhi ruangan dapur.

“Sehingga saat ibu Tutik menyalakan pemantik kompor langsung terjadi ledakan di area dapur,” ujar.

Selain mengenai empat orang tersebut, api juga membakar area dapur seluas 3×5 meter.

Warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu segera mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan, serta melaporkan peristiwa itu ke petugas.

Para korban dibawa ke puskesmas setempat dan api berhasil dipadamkan warga dengan peralatan seadanya.

Total kerugian material akibat peristiwa itu mencapai Rp 5 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir Rp 150 juta.

Pihaknya menyebut, aksesibilitas hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang kurang menunjang membuat penanggulangan kebakaran kurang maksimal.

Dia menyebut, pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 19.18 WIB saat api berhasil dipadamkan warga.

Pihaknya bergegas berangkat ke lokasi pada pukul 18.37 WIB setelah piket siaga di Mako Damkar di Jalan Ahmad Yani di pusat kota menerima laporan kebakaran pada pukul 18.35 WIB.

“Api bisa dipadamkan oleh warga menggunakan peralatan seadanya. Salah satu kendala kita yaitu karena jarak tempuh dari Kantor Damkar ke Pule. Soalnya kondisi sekarang Sarpras-nya Damkar Trenggalek yang terbatas dan belum bisa menjangkau wilayah-wilayah di kecamatan,” kata dia.

Dari hasil identifikasi di lapangan, kebakaran itu disebabkan oleh gas LPG yang bocor. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada pada segala potensi-potensi yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada akan potensi-potensi pemicu kebakaran,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *