Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ribuan calon jemaah haji (CJH) di Tulungagung dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji pada Mei 2026. Meski demikian, ratusan jemaah tercatat masuk kategori risiko tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus.
Baca juga:Bulog Tulungagung Siap Salurkan SPHP Jagung untuk Peternak Ayam Petelur
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, mengatakan berdasarkan data terakhir terdapat 1.167 CJH asal Tulungagung yang akan berangkat. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 jemaah merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas.
Selain itu, sebanyak 345 jemaah tergolong dalam kategori risiko tinggi. Sementara jemaah tertua yang akan berangkat tahun ini berusia 96 tahun, yakni Samadi, warga Desa Aryojeding, yang dipastikan dalam kondisi sehat.
“Beberapa waktu lalu juga ada dua CJH yang meninggal dunia dan saat ini sudah digantikan oleh jemaah cadangan,” ujar Suryani, Jumat (1/5/2026).
Pada musim haji tahun ini, CJH asal Tulungagung terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 32, 34, 102, 103, 104, 105, 109, dan 132. Seluruh visa jemaah juga telah terbit dan siap digunakan.
Suryani menyebut, kondisi ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sempat mengalami keterlambatan penerbitan visa hingga berdampak pada jadwal keberangkatan. Tahun ini, seluruh jemaah dipastikan dapat berangkat sesuai jadwal tanpa kendala administrasi.
“Kami mengapresiasi proses administrasi, khususnya penerbitan visa yang lebih cepat, sehingga jemaah bisa berangkat tepat waktu,” jelasnya.
Terkait situasi konflik di Timur Tengah, Suryani memastikan tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut jemaah dari kloter lain yang telah tiba di Madinah juga dilaporkan dalam kondisi aman.
Ia pun mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dengan mengurangi aktivitas berat, serta memanfaatkan waktu yang ada untuk memperdalam manasik haji.
Baca juga:SPMB 2026 Tulungagung: Zonasi Diperketat hingga Tingkat Dusun
“Tiga hari sebelum berangkat sebaiknya aktivitas sudah diselesaikan. Fokus istirahat dan memperdalam manasik agar lebih siap menjalankan ibadah,” pungkasnya.



















