Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Puluhan unit pompa air bantuan pemerintah pusat untuk petani di Tulungagung belum terserap. Alasannya, spesifikasi pompa air tidak sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Baca Juga : Lantai Kelas Mendadak Ambles, Aktifitas Mengajar Paud Anggrek Kota Batu Terganggu
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, tahun 2024 ini, mendapatkan bantuan pompa air dari pemerintah pusat. Setidaknya ada sebanyak 40 unit pompa air yang diperuntukkan bagi para petani di Tulungagung.
Diketahui, bantuan pompa air itu termasuk ke dalam program perluasan area tanam (PAT) yang saat ini tengah dijalankan oleh Dispertan Tulungagung, demi memaksimalkan hasil pertanian. Sedangkan pompa air tersebut diberikan untuk petani dengan kriteria lahan yang indeks pertanamannya relatif rendah.
“Tahun ini, kami dapat bantuan 40 unit pompa air untuk petani dengan lahan yang indeks pertanamanya rendah. 40 unit itu sudah ada pemiliknya masing-masing, tinggal diambil saja,” kata Suyanto, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga : Pelatih dan Atlet Olimpiade Paris 2024 Terima Bonus dari Presiden Jokowi
Namun sayangnya, ungkap Suyanto, meski sudah mendapatkan bantuan pompa air ini, rupanya tidak semua petani mau untuk menerima bantuan pompa air tersebut. Pasalnya, para petani ini menilai jika spesifikasi pompa air bantuan dari pemerintah pusat ini, tidak sesuai dengan kebutuhan para petani.
Sedangkan kendala lainnya, sesuai instruksi pemerintah pusat, bantuan pompa air tersebut khusus untuk lahan pertanian dengan indeks pertanaman (IP) 100 atau IP 200. Seharusnya, spesifikasi pompa air tersebut lebih cocok untuk lahan pertanian dengan kondisi IP reguler.
“Kondisinya masih baru, Penerimanya tidak mau mengambil, alasannya ya karena spesifikasinya tidak sesuai dengan lahan sawah mereka,” ungkapnya.
Akibatnya, jelas Sutanto, dari 40 unit pompa air yang sudah diterima oleh Dispertan Tulungagung, baru sebanyak tiga unit saja yang sudah disalurkan dan mau diterima para petani. Sedangkan sisa 37 unit pompa air yang kondisinya masih baru itu, mangkrak dan hanya tersimpan rapi di kantor Dispertan Tulungagung.
Atas kondisi ini, pihaknya tengah memikirkan solusi agar puluhan pompa air tersebut bisa segera disalurkan dan diterima oleh para petani di Tulungagung. Namun penerimanya sendiri juga harus diseleksi secara ketat, dimana petani yang berhak menerima pompa air ini hanya untuk petani padi saja.
Baca Juga : Proses Panjang TPA Baru, DLH Kabupaten Ponorogo: Tunggu Rekomendasi Turun
“Masih tersalurkan tiga unit saja. Kami dapat informasi dari Pemprov Jatim, katanya bisa berikan kepada petani lain, tetapi kami tetap harus selektif, karena pompa air ini untuk petani padi,” pungkasnya.



















