Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ratusan jamaah haji dari Kabupaten Ponorogo telah tiba di Tanah Suci pada 28 April lalu. Kedatangan para jamaah tersebut disambut suhu udara yang mulai meningkat.
Baca juga:TKA SD di Ponorogo Dimulai, Siswa Diminta Kerjakan Serius
Saat ini, sebanyak 564 jamaah asal Ponorogo telah memasuki fase penyesuaian diri sebelum menjalani rangkaian ibadah haji berikutnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo, Marjuni, menyebut suhu di Madinah berada di kisaran 32 hingga 38 derajat Celsius. Cuaca panas tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap kondisi fisik jamaah, terutama bagi lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.
“Secara umum jamaah sudah mulai beradaptasi. Namun disiplin menjaga kesehatan tetap harus diutamakan,” ungkap Marjuni.
Meski cuaca cukup terik, aktivitas jamaah tetap berlangsung. Jamaah yang tergabung dalam kloter 19 dan 29 telah menjalani agenda city tour. Sementara itu, jamaah perempuan bersiap mengikuti ziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Di tengah kegiatan tersebut, pihak KHU mencatat mulai ada jamaah yang abai terhadap penggunaan alat pelindung seperti masker dan penutup kepala. Kebiasaan itu dinilai berisiko di tengah suhu yang terus meningkat.
“Ada yang merasa sudah terbiasa, lalu melepas pelindung. Padahal itu tetap penting,” jelasnya.
Ia menekankan agar jamaah tidak menguras tenaga sejak awal, mengingat puncak ibadah haji masih menanti dan membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
“Kami juga melakukan pemantauan ekstra bagi jamaah yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta para jamaah untuk bijak mengatur aktivitas, termasuk membatasi ibadah sunah yang berlebihan agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Baca juga:Mikutopia Batu Satu-satunya Wisata Peduli dan Respon Cepat Pasang Pagar di Jembatan Cangar
“Jangan habiskan tenaga di awal. Fokus utama adalah menjaga kesehatan supaya ibadah wajib dapat dijalankan dengan maksimal,” pungkasnya.



















