Selesaikan Administrasi, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung: Pantai Popoh Bakal Dibangun SPBN

Selesaikan Administrasi, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung: Pantai Popoh Bakal Dibangun SPBN
Aktivitas nelayan di kawasan Pantai Popoh Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Pantai Popoh Tulungagung tampaknya bisa segera direalisasikan pada tahun 2025.

Pasalnya, saat ini pihak investor SPBN tersebut tengah menyelesaikan tahapan administrasi termasuk perizinan dan lain-lain.

Kabid Pengelolaan Perikanan, Dinas Perikanan Tulungagung, Ulul Azmi mengatakan, sebenarnya rencana pembangunan SPBN di Tulungagung sudah dilakukan sejak 2023.

Read More

Saat itu investor yang bersedia membangun SPBN di kawasan Pantai Popoh mulai memproses perizinan.

Baca Juga :Delapan Pejabat Tinggi Pratama Pemkot Batu Dirotasi, Ini Kata Pj Walikota

Namun, dalam proses terdapat banyak perizinan yang harus dilalui, mulai dari izin pembangunan, izin penentuan lokasi SPBN, izin penentuan kuota BBM para nelayan dan lain-lain.

Maka dari itu, proses kepengurusan perizinan ini pun berlarut-larut sampai sekarang, tapi prosesnya akan terus berlanjut.

“Pada tahun 2023 kami cari investor, setelah ketemu di tahun 2024 mulai mengurus perizinannya sampai sekarang. Jadi prosesnya (SPBN) terus berlanjut, namun masih di tahap mengurus perizinannya,” kata Ulul Azmi, Minggu (16/2/2025).

Sesuai infornasi yang didapat, proses perizinan lokasi didirikannya SPBN itu dan kuota BBM bagi setiap nelayan sudah didapat oleh pihak investor.

Baca Juga :Oknum Wartawan Kena OTT, Kapolres Batu: Diduga Melakukan Pemerasan Salah Satu Pondok

Dimana saat ini kemungkinan pihak investor itu masih mengurus proses perizinan pembangunan SPBN tersebut yang akan dibangun di Pantai Popoh.

Meski pihaknya tidak bisa memastikan waktu maupun target dibangunnya SPBN tersebut, tapi jika seluruh perizinan sudah didapat, dipastikan pembangunan tidak memerlukan waktu lama.

Pihaknya pun optimis jika pada tahun 2025 ini SPBN yang sudah dinanti-nantikan itu bisa dibangun di kawasan Pantai Popoh.

“Kemungkinan tahun ini proses administrasinya sudah selesai, sehingga pembangunan bisa langsung dimulai. Pengerjaan fisik berbeda dengan proses pengajuan administrasi yang cukup memakan waktu,” ungkapnya.

Baca Juga :Armada Mogok di Perlintasan Kereta Api, Manajemen Bus Transjakarta akan Tempatkan Petugas

Keberadaan SPBN ini, jelas Ulul, sangat dinanti oleh masyarakat terutama para nelayan, mengingat mayoritas nelayan mengeluh jauhnya jarak untuk membeli BBM di SPBU terdekat.

Hal ini tentunya berimbas pada pengeluaran nelayan untuk membeli BBM yang turut membengkak.

Sedangkan untuk kebutuhan BBM bagi nelayan, diketahui untuk kapal dengan dimensi 30 gross ton (GT) biasanya akan melakukan trip (melaut) selama 3-7 hari.

Selama satu kali trip itu, diketahui kebutuhan BBM bagi kapal nelayan dengan dimensi tersebut setidaknya memerlukan BBM sebanyak 400 liter.

Baca Juga :Satu Penambang Pasir di Blitar Ditemukan Meninggal Dunia, Posisi Terlentang

“Untuk rincian kuota yang didapatnya berapa, kami belum mendapat konfirmasi lebih lanjut dari pihak investor,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *