Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Volume kendaraan yang masuk ke Kabupaten Ponorogo selama masa Lebaran 2025 mengalami lonjakan. Berdasarkan data dari Pos Perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, total ada 10.030 kendaraan yang masuk ke Bumi Reyog selama Lebaran.
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama Sudirno mengungkapkan, jika peningkatan jumlah kendaraan mulai terasa sejak awal pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Lalu pada H-3 lebaran menjadi puncak arus kendaraan yang masuk ke Ponorogo via Wonogiri, Jawa Tengah.
“Lonjakan paling tinggi terjadi menjelang Lebaran, terutama malam hari. Arus kendaraan memadati jalur-jalur masuk Ponorogo,” Ungkap Bayu, Jumat (11/4/2025).
Berdasarkan catatan pos pengamanan, kendaraan roda empat (R4) mengalami peningkatan drastis. Tahun 2024 tercatat sebanyak 2.512 unit, sementara di 2025 melonjak menjadi 4.998 unit atau naik sebesar 99 persen.
Lalu kendaraan roda dua (R2) naik dari 2.832 unit menjadi 4.459 unit atau naik 57 persen. Sedangkan bus dan truk meningkat dari 246 unit menjadi 573 unit, naik hingga 133 persen.
Tak hanya itu, naiknya aktivitas arus kendaraan berdampak pada lalu lintas di wilayah kota. Dimana Satlantas Polres Ponorogo harus memberlakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
“Kalau wilayah kota itu lebaran H+3 itu mulai ada kepadatan kendaraan di wilayah kota jadi kami lakukan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.
Hingga arus balik lebaran rekayasa lalu lintas juga masih diberlakukan untuk mengurai kepadatan, terutama di jalur utama menuju maupun keluar pusat kota.
Baca Juga :Survei Dimulai, Pemkab Jombang Siapkan Lokasi Sekolah Rakyat Berasrama
“Kami lakukan pengaturan arus dan buka-tutup di beberapa titik untuk menjamin kelancaran,” terang Bayu.
Sedangkan untuk data yang meninggalkan Ponorogo via Jawa Tengah mencapai 9.696 kendaraan. Terdiri dari R2 4.167 kendaraan, R4 4.904 kendaraan dan bus serta truk 625 kendaraan.
“Alhamdulillah operasi ketupat Semeru di Ponorogo berjalan aman lancar serta kondusif,” pungkasnya.



















