Blitar, SEJAHTERA.CO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Blitar semakin gencar antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain menyiapkan vaksin, juga memeriksa sapi pada hari pasaran.
Seperti yang dilakukan kemarin. Sejumlah petugas intensif memeriksa hewan berkaki empat itu dengan telaten. Identifikasi dilakukan dengan mengecek kondisi tubuh hingga melihat kondisi fisik.
Tak hanya itu, juga menyemprot kendaraan pengangkut sapi yang baru saja menginjakkan kaki di Pasar Dimoro.
“Ini merupakan tindaklanjut pasca vaksin. Jadi ketika hari pasaran di Pasar Dimoro kami memeriksa sapi dengan intensif,” kata Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga :Harga Sapi Turun Dampak Paparan PMK, Sapi Masuk di Pasar Dimoro Tak Lebih dari 500 Ekor
Dia menjelaskan pemeriksaan sapi itu merupakan tindak lanjut pasca temuan PMK pada Desember 2024 lalu. Ada 18 sapi yang terpapar dan 1 ekor di antaranya mati. Dinas yang mengurusi masalah ternak itu pun langsung tanggap. Salah satunya dengan mendatangi pasar hewan untuk pengecekan.
Dari puluhan sapi yang dicek kesehatannya, tidak ditemukan adanya PMK. Petugas hanya menemukan sapi yang dalam kondisi diare. Oleh petugas akhirnya diminta dibawa pulang untuk disembuhkan dulu sebelum dijual ke Masyarakat.
Baca Juga :Jambret Kalung, Dua Pelaku Asal Tulungagung Diringkus, Satu Masih Bawah Umur
Perempuan berhijab ini menambahkan, sebenarnya selain vaksin dan pengecekan, pemilik atau peternak sapi bisa mengantisipasi sendiri agar tak terjangkit PMK. Salah satunya dengan rutin membersihkan kandang. Jika memungkinkan bisa memberikan vitamin atau jamu untuk membuat sapi kebal penyakit.
“Pemeriksaan ini akan kami lakukan secara rutin. Karena PMK tak hanya terjadi Blitar tetapi juga daerah lain,” pungkasnya.



















