Simulasi Gempa hingga Kebakaran, Nganjuk Uji Kesiapsiagaan Bencana Melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan Damkar

Simulasi Gempa hingga Kebakaran, Nganjuk Uji Kesiapsiagaan Bencana Melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan Damkar
Korban bencana alam dimasukkan kedalam ambulan (foto : BPBD)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Sebuah skenario bencana skala besar yang melibatkan gempa bumi dahsyat disusul insiden kebakaran memaksa tim gabungan penanggulangan bencana di Kabupaten Nganjuk mengerahkan seluruh kemampuan dan koordinasi.

Insiden ini, yang disimulasikan secara realistis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk pada Kamis (27/11/2025), menjadi ujian penting bagi kesiapan daerah.

Simulasi intens tersebut digelar menyusul pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Kesiapsiagaan Bencana 2025 di GOR Bung Karno Nganjuk. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara BPBD, PMI, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Read More

Baca Juga :Retakan Tanah 70 Meter Muncul Lagi di Ponorogo, Tiga Rumah Terancam Longsor

Skenario dibuka dengan simulasi gempa bumi yang menyebabkan runtuhnya bangunan dan menimpa korban. Respons cepat tim gabungan langsung terlihat. Aparat kepolisian dengan sigap membentangkan garis polisi untuk mengamankan area terdampak dari kerumunan dan potensi bahaya lanjutan.

Petugas BPBD kemudian merangsek masuk ke lokasi dengan menjebol tembok rumah yang runtuh untuk membuka akses darurat. Setelah jalur terbentuk, tim medis bergerak cepat mengevakuasi korban dari reruntuhan dan memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan ke fasilitas medis.

Situasi semakin kompleks ketika simulasi berlanjut ke penanganan kebakaran sebuah rumah di lokasi berbeda. Tim keamanan dari kepolisian dan TNI tiba di lokasi untuk memastikan area aman. Tak lama kemudian, mobil Damkar datang dan petugas langsung menyambung selang, memperagakan teknik pemadaman api secara cepat dan tepat.

Di saat bersamaan, petugas medis memberikan pertolongan kepada korban terdampak kebakaran, menunjukkan bahwa penanganan medis harus berjalan paralel dengan pemadaman.

Baca Juga :Pemkab Ponorogo Pastikan Relokasi TPA Mrican Mulai Awal 2026, Anggaran Rp 8 Miliar Disiapkan

Tak berhenti di situ, tim gabungan juga menyimulasikan penanganan pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil. Laporan yang diterima BPBD direspons dalam hitungan detik. Petugas datang dengan membawa perlengkapan khusus untuk memotong dan memindahkan batang pohon.

Sementara petugas BPBD fokus mengevakuasi pohon, kepolisian dan TNI mengamankan area. Tim medis kembali menunjukkan kesigapan dalam mengevakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban di dalam mobil.

“Simulasi ini memperlihatkan bagaimana kerja sama yang baik dari berbagai sektor menjadi kunci utama dalam menangani bencana yang terjadi, mulai dari gempa, kebakaran, hingga pohon tumbang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga :Bobol Kotak Amal Musala, Pemuda Ngawi Bawa Kabur Rp5,8 Juta

Ia berharap sinergi antarinstansi tersebut dapat memastikan bahwa ketika bencana riil melanda, tim gabungan di Nganjuk dapat beroperasi secara mulus dan efektif untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *