Kediri, SEJAHTERA.CO – Ratusan warga dari berbagai komunitas pecinta lingkungan dan diinisasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional atau Laznas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, dan BPBD Kabupaten Kediri adakan bersih-bersih sampah sungai saat musim kemarau seperti saat ini.
Baca Juga :Pembobolan Cucian Mobil di Kanigoro Didalangi Karyawannya Sendiri
Bersih-bersih sampah sungai ini dilakukan pada Minggu (29/9/2024) pagi di Sungai Maron Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.
Pentingnya menjaga kebersihan sampah di Sungai Maron ini untuk menghindari tumpukan sampah di sungai yang bisa berakibat banjir.
Arman Fuadi Kepala Bidang (Kabid) pengelolaan sampah dan Lembaga B3 DLH Kabupaten Kediri menyampaikan, DLH merasa perlu berperan serta dalam kegiatan pencegahan menumpuknya sampah.
Baca Juga :Disdag Kabupaten Kediri Minta Kuota Tambahan Gas LPG 3 Kilogram ke Pertamina
Saat kondisi air sungai mengering,banyak sampah yang terbuang di Sungai Maron dan sebagian besar pampers bayi dan orang dewasa.
“Sangat penting kegiatan bersih bersih ini, agar sungai tidak dipenuhi sampah yang berakibat banjir. Memasuki musim hujan nantinya air bisa mengalir lancar tanpa sampah yang menyumbat aliran air,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri. Upaya bersih-bersih sungai di Desa Maron Kecamatan Banyakan ini juga melibatkan anggotanya. Hal ini bagian edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena berbahaya.
Baca Juga :Kekeringan di Trenggalek Semakin Parah, Lebih dari 600 Tangki Air Bersih Didistribusikan ke 52 Desa
“Jika kita berpikir dampaknya,tentu dengan kesadaran warga tidak sembarangan membuang sampah ke sungai. Hal ini bisa menyebabkan banjir dan bersih bersih sampah merupakan bagian pengurangan risiko terjadi banjir saat musim hujan tiba,” katanya.



















