Kediri, SEJAHTERA.CO – Polres Kediri bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat perkelahian di wilayah Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Ini Cara KPU Nganjuk Peringati Hari Sumpah Pemuda di Kampus dan Sekolah
Seperti diketahui pada Minggu (27/10/20204), sebuah video yang diduga menunjukkan kericuhan viral di media sosial (medsos).
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya kejadian perkelahian antara dua kelompok massa yang terjadi di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
“Anggota sudah bergerak cepat melakukan penyelidikan di lokasi,” katanya.
Baca Juga :Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus Pertanyakan Keabsahan Tatib dan Pembentukan AKD
Menurut AKP Fauzy, anggota sudah mengamankan sejumlah orang diduga kuat yang mengetahui kejadian tersebut. Selain itu, pihaknya juga memintai keterangan terhadap mereka.
“Kami mintai keterangan sejumlah orang yang mengetahui kejadian sebenarnya,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto menambahkan, hasil penyelidikan anggota Satreskrim Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih berhasil mengamankan kedua belah pihak yang terlibat pertikaian.
Baca Juga :PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Geometri di Jalur Blitar
Hasilnya kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai. “Kedua pihak sepakat berdamai dan tidak akan melanjutkan perkara ini ke ranah hukum,” ucapnya.
Menurut AKBP Bimo, kejadian tersebut sempat viral sejumlah akun media sosial, namun demikian fakta di lapangan kedua belah pihak telah berdamai.
Dia juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar turut menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusifitas di wilayah hukum Polres Kediri.
Baca Juga :Pecah Ban, Pikap dan Mobilio Kecelakaan Tol Jombang-Mojokerto, Enam Orang Luka-Luka
“Saya imbau dengan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut jaga kondusifitas, ketertiban masyarakat Kediri. Kita akan menindak tegas siapapun yang ingin membuat ricuh dan rusuh di Kabupaten Kediri,” tukas Kapolres Kediri.



















