Blitar, SEJAHTERA.CO -Tingginya volume okupansi di Stasiun Garum, Kabupaten Blitar, menjadi perhatian PT KAI Daop 7 Madiun. Kondisi itu mendorong stasiun diperbaiki sekaligus dipercantik.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan di Stasiun Garum meliputi tiga aspek utama: beautifikasi (percantikan), penataan area komersial, serta perubahan alur dan tata letak parkir.
“Penataan Stasiun Garum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menjadikan stasiun lebih indah, tertata, dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan bagi para penumpang,” ujar Rokhmad Makin Zainul dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).
Sementara itu, Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Mohamad Kahfi, yang memimpin kegiatan penertiban, pembongkaran, dan penataan di Stasiun Garum, menambahkan bahwa desain penataan—khususnya untuk area dalam stasiun—harus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Fokus pemenuhan SPM mencakup penyediaan area parkir yang memadai untuk menampung kendaraan penumpang serta pemenuhan fasilitas layanan yang terstandardisasi, seperti musala dan toilet yang bersih serta layak digunakan.
“Penataan Stasiun Garum ini tidak terlepas dari semakin tingginya volume okupansi penumpang, yang menuntut adanya penyesuaian fasilitas. Dengan penataan ini, kami berharap pelayanan kepada penumpang semakin optimal dan sesuai standar,” tutup Zainul.



















