Stok Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani di Ponorogo Dipastikan Lancar, ini Penjelasan Dispertahankan

Stok Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani di Ponorogo Dipastikan Lancar, ini Penjelasan Dispertahankan
Petugas saat melakukan pengecekan lokasi gudang pupuk kelompok tani. (sony/sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Isu terkait penyaluran pupuk bersubsidi kembali mencuat di beberapa daerah, setelah sejumlah kepala desa (kades) mengeluhkan distribusi yang tak merata kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga :Tujuh Peserta PPPK di Lingkup Pemkot Blitar Tak Lolos, Enam Ajukan Sanggahan

Meski kuota pupuk bersubsidi dinaikkan 100 persen, banyak kades di wilayah Kabupaten Ponorogo yang mengaku belum menerima jatah yang dijanjikan.

Read More

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Tamar Mahara, menegaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi telah mengikuti aturan.

Baca Juga :KPU Trenggalek Target 75 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024 Meski Diikuti Satu Paslon Tunggal, ini Alasannya

Berdasarkan SK Bupati yang diterbitkan pada 28 Desember 2023, Ponorogo mendapat alokasi awal 18.633 ton pupuk urea dan 10.994 ton NPK.

Lalu pada pertengahan tahun, kuota pupuk kembali ditambah, sesuai arahan Menteri Pertanian. SK terbaru mencatat alokasi total pupuk bersubsidi di Ponorogo menjadi 31.866 ton untuk urea, 23.501 ton NPK, dan 4.784 ton pupuk organik.

Baca Juga :KPU Trenggalek Target 75 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024 Meski Diikuti Satu Paslon Tunggal, ini Alasannya

“Hasil klarifikasi kami menunjukkan bahwa penyaluran pupuk lancar. Tidak ada masalah maupun kendala distribusi maupun alokasi,” ungkap Tamar

Tak hanya sampai di situ, pada 18 Oktober 2024, dilakukan realokasi, sehingga alokasi pupuk bersubsidi kembali meningkat menjadi 32.987 ton untuk urea, 25.673 ton NPK, dan tetap 4.784 ton untuk organik.

“Penyaluran kami lakukan sesuai e-RDKK. Jadi, kelompok tani yang tidak terdaftar otomatis tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi,” tambah Tamar.

Baca Juga :Silaturahmi Perguruan Silat-Forkopimda Blitar Ciptakan Suasana Kondusif

Di sisi lain, Ketua kelompok tani Kadung Makmur, Barno, memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Ponorogo relatif lancar. Kelompok tani yang ia pimpin telah menerima jatah sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Banyak kok, pupuk bersubsidi di sini cukup. Hanya saja, beberapa petani kadang kesulitan menebus karena faktor keuangan. Bahkan, ada yang masih berutang di kios,” ujarnya.

Baca Juga :Rawan Laka dan jadi Persimpangan Paling Sibuk, Dishub Ponorogo Akan Pasang Traffic Light di Jalan ini

Senior Manajer PT Pupuk Indonesia wilayah Jawa Timur dan Bali, Taufiek, juga mengungkapkan bahwa secara nasional penyaluran pupuk telah mencapai 5.998.437 ton atau 62,8 persen dari target 9.550.000 ton.

“Di Ponorogo, penyerapan urea mencapai 28.393 ton atau 86 persen dari alokasi, sementara NPK mencapai 23.114 ton atau 90 persen,” jelasnya.

Untuk ketersediaan stok, lini III Jawa Timur saat ini menyimpan 48.890 ton urea dan 31.775 ton NPK. Di Kabupaten Ponorogo sendiri terdapat stok 1.049 ton urea dan 1.014 ton NPK, sementara di tingkat kios tersedia 2.134 ton urea dan 1.241 ton NPK yang siap ditebus petani.

Baca Juga :Rem Blong, Truk Sarat Muatan Koral Masuk Jurang, 2 Meninggal Dunia, 3 Luka

“Jadi memang tidak ada masalah dan tidak ada kendala, stok ketersediaan pupuk sudah sangat cukup,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *