Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pemkab Trenggalek menerima insentif fiskal sebesar Rp 5,6 miliar atas kinerja apiknya dalam upaya menurunkan angka stunting hingga dibawah rata-rata Nasional.
Baca Juga :Kekeringan Meluas PMI Ponorogo Ikut Salurkan Batuan Air Bersih
Insentif kinerja penurunan stunting di wilayah Kabupaten Trenggalek itu diberikan langsung oleh Wapres, Makruf Amin.
“Insentif itu diberikan dalam rakornas percepatan penurunan stunting di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, kemarin. Trenggalek menerima penghargaan kategori percepatan penurunan stunting,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Kamis (5/9/2024).
Penghargaan dana insentif fiskal sebesar Rp 5.664.213.000 dari Wapres Makruf Amin itu diterima langsung Mas Ipin, sapaan akrabnya.
Baca Juga :Sosok Aries Agung Paewai, Pj Walikota Batu yang Selalu Kunjungi SD dan Posyandu
Penghargaan itu diberikan karena angka stunting di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Trenggalek rendah, di bawah rata-rata provinsi dan nasional.
“Seperti diketahui saat ini prevalensi stunting di Trenggalek di angka 15 persen di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur dan nasional,” imbuh Mas Ipin.
Dana insentif yang diterima itu, kata Mas Ipin bakal dimanfaatkan untuk mewujudkan zero stunting. Mulai dari intervensi berlapis, ke tingkat sasaran spesifik melalui Dapur Cinta.
Baca Juga :Menang Pemilu, PKB Ponorogo Tunjuk Dwi Agus Prayitno sebagai Ketua Definitif DPRD
Yaitu pemberian gizi pada ibu, kemudian bayi di bawah dua tahun sampai pada remaja agar tidak kekurangan energi kronis.
“Kemudian lingkungan keluarga kita memiliki program keluarga sehat yang beruntung, dimana rumah tangga dengan indeks kesehatan yang baik, mendapatkan insentif dari gaya hidup sehat dan germas yang dilaksanakan,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Mas Ipin, untuk intervensi lingkungan melalui program adipura desa yang saat ini diperluas hingga ke tingkat adipura RT.
Program itu dinilai memiliki andil besar dalam menurunkan stunting dengan menciptakan lingkungan hingga sanitasi yang baik.
“Karena menurunkan pencemaran lingkungan melalui pengolahan limbah, kebun pangan sebagai kecukupan gizi juga penjagaan sumber air menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi penurunan stunting,” ujarnya.
Tak hanya kucuran dana insentif. Dalam kesempatan itu, Desa Tegaren Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek juga mendapatkan penghargaan atas keseriusannya dalam mengentaskan angka stunting.
Baca Juga :Jelang Pilkada, Polsek Ringinrejo Tingkatkan Patroli Kewilayahan, ini Tujuannya
Bahkan mereka mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Jadi selamat untuk seluruh komponen, kader, ibu-ibu PKK, dan tentunya kepada masyarakat Trenggalek. Kemudian saya ucapkan selamat kepada Tegaren, semoga ini bisa menginspirasi desa lainnya,” pungkasnya.



















