KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Pemkot Kediri masih melakukan upaya terkait sumur tercemar di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) untuk mengirimkan air bersih bagi warga terdampak.
Ia meminta warga tidak menggunakan air sumur yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air diisi oleh DLHKP pada pagi dan sore di tandon yang ada di depan rumah warga serta ada air dari PDAM. Jadi distribusi airnya tetap lancar,” ungkapnya.
Mas Abu juga memanggil tim dari laboratorium Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan mengambil sampel air untuk diuji.
“Saya ditemani tim dari ITS untuk mengambil sampel air. Ini bertujuan untuk mendalami pencemaran lingkungan yang ada di Tempurejo,” ujarnya, Minggu (3/9).
Senada disampaikan oleh Sekretaris DLHKP Kota Kediri Roni Yusianto menyebut pada Senin (11/9) tim tim dari ITS telah melakukan pengukuran Geolistrik.
“Setelah sebelumnya mengambil sampel air pada Sabtu (9/9) lalu. Hasil yang terakhir belum keluar baik untuk sampel yang diambil pada hari Sabtu lalu maupun untuk uji Geolistriknya,” ujar Roni.
Ia menambahkan, sejak Agustus sampai saat ini DLHKP dan PDAM masih mengirimkan suplai air bersih kepada warga terdampak.
“Sekali pengiriman, air yang dikirim satu truk tangki, kurang lebih 5000 Liter. Air tersebut untuk mengisi tandon air milik warga yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” papar Roni.
Ia menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dan hasil pengujian geolistrik untuk mengetahui kepastiannya.
Penulis : Irwan Maftuhin



















