Kediri, SEJAHTERA.CO – SPBU Tempurejo ditutup sejak hari Senin (11/9) setelah kesepakatan yang memuat 7 poin, atas keinginan warga SPBU diberhentikan operasionalnya.
Sejak hari Rabu kemarin, petugas yang ditunjuk oleh Pertamina memulai proses pengurasan tangki SPBU hingga hari ini Kamis (14/9) untuk mengetahui adanya kebocoran tangki SPBU atau tidak.
“Dari kemarin sudah dilakukan penataan proses pengosongan tangki dan sampai saat ini pengosongan tangki masih berlangsung,” ujar Abdullah Mubarok, selaku Ketua RT.
Selama proses pengosongan tangki pihak yang hadir adalah dari petugas, perangkat desa, dan perwakilan dari warga. Dengan tujuan untuk mencari tahu permasalahannya, apakah nanti ada kebocoran atau keretakan.
Mas Gun, perwakilan warga yang tidak mau disebutkan nama lengkapnya, ikut dalam pengosongan tangki menjelaskan jika proses pengosongan sudah tinggal satu tangki lagi.
“Nanti setelah pengosongan akan diperiksa oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh Pertamina. Di sana saya hanya mengawasi dan tidak bisa mengintervensi, warga percaya sepenuhnya dengan apa yang dilakukan oleh Pertamina,” jelas Mas Gun.
Setelah proses pengosongan tangki SPBU ini akan dilakukan tindakan selanjutnya, yaitu menguras sumur warga untuk menghilangkan kontaminasi di sumur warga tercemar.
“Sumur pertama yang dikuras nanti punya Bu Sulastri, pencemarannya sudah parah jadi harus segera ditindak. Nantinya kami berharap air yang muncul sudah jernih dan tidak berbau,” lanjut Mas Gun.
Treatment yang dilakukan sekarang untuk mengetahui apakah ada kebocoran tangki atau tidak. Selain itu bantuan yang diberikan menurut perwakilan warga tersebut lebih dari cukup dan merasa senang atas hal tersebut.
“Alhamdulillah banyak bantuan dari pihak-pihak terkait, saya berterimakasih pada Pertamina, Pemerintah, dan pihak lain. Dan semoga permasalahan ini cepat selesai dan sumur warga kembali seperti semula,” pungkasnya.
Editor: Dhita Septiadarma
Reporter: Dhea Safira



















