Blitar, SEJAHTERA.CO – Seiring dengan tingginya minat warga menempati rumah susun sewa sederhana atau rusunawa, Pemkot Blitar mengajukan penambahan satu blok lagi. Jika tidak ada aral melintang, tahun ini pembangunan bakal dimulai.
Baca Juga :Libur Panjang, Pengunjung Taman Pinka Susuhbango Ringinrejo Membeludak
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kota Blitar Suyatno. Dia mengatakan sebelumnya Pemkot Blitar memang mengajukan ke pemerintah pusat agar ada penambahan bangunan rusunawa.
Pasalnya, saat ini jumlah peminat rusunawa terus bertambah. “Dan akhirnya kami mengajukan pembangunan hingga akhirnya disetujui. Kapan mulai hari pasnya dibangun, kewenangan pemerintah pusat,” kata Suyatno, Rabu (29/1/2025).
Dia menjelaskan bangunan baru yang bakal bertambah itu statusnya single atau hanya satu blok saja. Sebelumnya, biasanya pembangunan dalam bentuk dua blok atau twin blok.
Baca Juga :Begini Sosok Antok Warga Tulungagung Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi Janda asal Blitar
Lokasi bangunan juga sama dengan sebelumnya. Yakni terletak di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Untuk persiapan Pembangunan, pihaknya sudah melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya persiapan lahan, sosialisasi ke masyarakat dan lain sebagainya.
“Yang sudah pasti, semuanya sudah siap. Saat ini tinggal realisasi dari Kementerian PUPR,” katanya.
Dia menambahkan, karena kewenangan pusat, semua dana berasal dari Kementerian PUPR. Kota Blitar hanya berkewajiban menyediakan lahan, pemeliharaan dan pengelolaan serta lain sebagainnya.
Baca Juga :Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Polda Jatim Terus Lakukan Pengembangan
“Karena dari pusat, semua dana dari pemerintah pusat. Daerah hanya kewajiban menyediakan lahan saja, dan Kota Blitar sudah ada lahannya,” tambahnya.
Suyatno mengurai lagi, sebelumnya Pemkot Blitar mengajukan dana sekitar Rp 30 miliar ke Kementerian PUPR. Salah satu alasan atau pertimbangan pengajuan karena saat ini tingkat hunian rusunawa sangat tinggi.
Bahkan tak sedikit terpaksa tak kebagian. Rusunawa sendiri diperuntukkan bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal. Utamanya dari kalangan menengah ke bawah. Sementara jumlah kepala keluarga yang tinggal di rusunawa sebanyak 265.
“Untuk rusunawa, jumlah pendapatan asli daerah tahun lalu sudah tembus Rp 600 juta dari target Rp 500 juta,” pungkasnya.



















