Blitar, SEJAHTERA.CO – Penemuan lubang besar di sungai yang menyedot air di Dusun Kaliandon, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ditindaklanjuti Pemkab Blitar.
Baca Juga :Nurochman – Heli Suyanto Janji Prioritaskan Pendidikan dan Dukungan Ormas di Kota Batu
Pemkab Blitar bakal koordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti, sementara warga dilarang untuk mendekati lubang yang belum diketahui kedalamannya itu.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto. Dia mengakui pasca-penemuan lubang oleh warga, pihaknya koordinasi dengan pihak terkait.
Baca Juga :Ratusan UMKM di Kota Blitar Alami Kredit Macet, Total Nilai Rp 4,3 Miliar
Mulai perangkat desa, kepolisian hingga pemerintah pusat. “Ya, kami menyurati langsung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk segera ke lokasi. Ini penting untuk mengetahui keberadaan lubang di Sungai ini,” kata Ivong, Minggu (10/11/2024).
Dia mengatakan pemerintah pusat dalam hal ini PVMBG diminta untuk ke lokasi. Karena setidaknya mencari tahu termasuk di antaranya diminta saran ke depan.
Baca Juga :Krida Hadiri Rakorda LDII Kota Batu, Minta Pentingnya Jaga Toleransi dan Kerukunan
Pasalnya, warga sekitar masih khawatir. Apalagi lokasi kejadian memang kerap dilewati warga untuk mencari rumput hingga ke ladang. “Mudah-mudahan ada titik terang. Karena warga juga masih waswas. Ketika turun hujan dan Sungai ada airnya, langsung masuk ke lubang itu,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, untuk sementara polisi masih memasang garis polisi melingkar di sekitar lubang. Polisi meminta agar tak mendekati lubang. Itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga :Bobol Rumah Warga Diwek, Perempuan Asal Gadingmangu Ditangkap
Apalagi, saat ini Blitar setiap hari sudah dilanda hujan deras. “Sementara jangan mendekat. Karena berbahaya,” pintanya.
Seperti diketahui, warga Desa Kaliandon, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar geger. Pasalnya di tengah sungai, ditemukan lubang misterius yang kedalamannya 30 meter lebih.
Nah, lubang di sungai yang hanya ada air ketika musim hujan itu ditemukan oleh warga setempat, pada Jumat (1/11/2024). Saat itu Nurudin dan Suyono ketika ke sawah untuk mencari rumput.
Baca Juga :PJ Gubernur Jatim Sambut Baik Kerjasama Antar-BPD
Saat itu, curiga dengan aliran air yang tak juga mengalir ke hilir. Ternyata diketahui air masuk ke dalam lubang menganga.
Temuan lubang di sungai itu langsung tersebar hingga mengusik perangkat. Akhirnya perangkat pun melaporkan ke polisi dan diteruskan ke BPBD.
Baca Juga :Nomenklatur Tiga OPD Bakal Diubah, Ini Penjelasan Sekda Kabupaten Ponorogo
Polisi pun memasang garis polisi mengelilingi lubang. Itu untuk menghindari agar tak ada warga yang terperosok. Pasalnya, Sungai yang dijuluki Sungai Kalisat itu kerap dijadikan penyeberangan warga untuk ke ladang mencari rumput.



















