Kediri, SEJAHTERA.CO – Adanya penolakan lima hari sekolah dari PC NU Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana angkat bicara.
Bupati yang akrab disapa Mas Bup Dhito ini menyampaikan hormati dan menghargai pendapat dari PC NU Kabupaten Kediri tersebut.
Tentunya Pemkab Kediri akan mendalami dan mengkaji lebih jauh Terkait rencana pembelajaran lima hari sekolah.
Mas Bup Dhito juga akan mendapatkan masukan dari masyarakat apakah setuju atau tidak terkait dengan KBM lima hari di tahun ajaran baru 2025 / 2026.
Sekalipun penerapan lima hari sekolah tingkat SD dan SMP sudah diberlakukan di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga :Korban Arisan dan Investasi Bodong Datangi Rumah Terduga Penipuan
“Kita uji publik dulu dan komentar dari kalangan DPRD Kabupaten Kediri. Untuk keputusan akan kita musyawarahkan. Apa yang saya sampaikan ini merupakan turunan dari pemerintah pusat sejak tahun 2017,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Ditambahkan Mas Bup Dhito, ia kaji secara mendalam dulu untuk mengetahui respon masyarakat. Jika hal itu ada turunan dari pemerintah, tentu tidak bisa memaksakan dan dicari solusi terbaik. Karena guru madin pasti terganggu dengan konsep lima hari sekolah ini.



















