Kediri, SEJAHTERA.CO – Sejumlah wanita yang tertipu arisan dan investasi bodong, Kamis (25/6/2026) siang mendatangi rumah Yesi (40) terduga penipuan investasi dan arisan bodong di Dusun Kartosari Desa/Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.
Mereka ingin bertemu terduga pelaku untuk tuntut kejelasan arisan dan investasi yang ditanamkan yang ternyata tidak mendatangkan keuntungan seperti yang dijanjikan.
Ketika korban datang, yang bersangkutan tidak ada di rumah dan ketika dihubungi tidak pernah ada jawaban. Korban mencapai puluhan orang dan kerugian mencapai Rp10 milliar.
Nyonya S (35) asal Kediri mengaku tertarik dengan ajakan ikut arisan karena di janjikan keuntungan besar dan ikut tiga namun jumlah nominal berbeda dengan enam kali transfer hingga Rp35 juta.
Baca Juga :Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Arisan ini diadakan satu bulan sekali, bagi mutus atau bethok arisan yang pertama pembayaran lancar namun berikutnya tidak lancar. Malah hanya disampaikan informasi ke korban kalau sudah dapat.
“Keuntungan tidak langsung diberikan dan ditunda. Kita dapat hanya awal saja lancar pembayaran namun berikutnya macet,” katanya.
“Malah infonya ada yang dari luar negeri namun juga sama tidak ada kejelasan dari yang bersangkutan. Kita mulai awal kenal Januari lalu dan sudah berlangsung lima bulan. Setiap kali dihubungi tidak bisa akhirnya kami kesini,” katanya lagi.
Sedangkan Ny. Tri (30) asal Kediri mengaku dibohongi Yesi untuk investasi. Ia sudah setor uang, emas batangan dan perhiasan namun nyatanya hingga kini tidak kembali.
Baca Juga :Pencuri Kotak Amal 26 Masjid dan Musala di Ponorogo Dibekuk, Satu Pelaku Masih Buron
“Saya ingin uang saya kembali. Total kerugian saya Rp100 juta dan saya ingin dapat kejelasan dari yang bersangkutan tapi tidak ada jawaban,malah ketika didatangi ke rumah atau ditelpon tidak jawab,” ujarnya.
“Akhirnya saya dan teman teman yang tertipu oleh Yesi datangi rumahnya untuk dapat penjelasan,” ujarnya lagi.



















