Terkendala Ekonomi dan Kurangnya Dukungan Keluarga, Ratusan Anak di Blitar Tak Lanjut Sekolah

pendidikan, sekolah, ATS, Dinas Pendidikan, Kota Blitar, keterbatasan ekonomi, SMP, SMA
Ilustrasi

Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah generasi atau anak tidak sekolah alias ATS di Kota Blitar ternyata cukup tinggi. Salah satu penyebabnya karena keterbatasan ekonomi dan memilih bekerja untuk mencari uang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin. Dindin mengaku anak dengan ATS itu setiap tahun ada. Baik yang jenjang atau lulusan SD ke SMP dan lulusan SMP ke SMA sederajat.

Berdasarkan pengecekan di lapangan ada 363 anak yang ATS tersebar di tiga kecamatan. “Ya, setelah kami verifikasi atau cek langsung ke lapangan ada sekitar 363 ATS. Ini kami coba untuk bisa sekolah lagi,“ katanya, Jumat (21/3/2025).

Read More

Baca Juga :Ratusan Koperasi di Kabupaten Blitar Usul Dibubarkan, ini Penyebabnya

Dia menjelaskan, ratusan anak yang tidak sekolah itu terdata pada 2024 lalu. Hanya saja, ada perbedaan antara data yang dikantongi dinas Pendidikan di Kota Blitar dengan data yang dikantongi pemerintah pusat.

Nah, data di pemerintah pusat ada sekitar 900 anak yang ATS. Tetapi setelah dicek ke lapangan dengan cara verifikasi faktual hanya ada sekitar 363 anak saja.

“Data awal dari pusat. Tetapi setelah kami cek tidak sebesar itu. Dan kami akan terus mendorong agar Kembali melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Dia menjelaskan lagi, pihaknya menduga ada beberapa pemicu anak tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Di antaranya keterbatasan ekonomi hingga karena tak ada support dari keluarga.

Baca Juga :Menteri KKP Kunjungi Pasar Legi Ponorogo, Bahas Swasembada Garam

Akhirnya memutuskan untuk mencari uang dengan bekerja. Padahal, selama ini dinas pendidikan terus berupaya agar para generasi itu melanjutkan lagi.

Pasalnya, pendidikan di Kota Blitar mengedepankan tanpa pungutan. Utamanya untuk SMP. “Kami akan terus mendorong untuk bisa melanjutkan sekolah lagi. Kalaupun tidak sekolah di formal, bisa juga di non formal,” urainya.

Sekolah nonformal adalah pendidikan setara SMP atau SMA alias kejar paket. “Kami akan berkoordinasi dengan jajaran dinas lain agar terus support untuk bisa melanjutkan sekolah lagi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *