Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejumlah jemaah calon haji (JCH) dari Kabupaten Tulungagung dilaporkan mundur dari pemberangkatan haji 2026 usai pelepasan JCH di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso beberapa waktu lalu. Diketahui, sejumlah JCH yang mundur itu disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena meninggal dunia.
Baca juga:Papan Reklame Rokok Ilegal Marak di Tulungagung, Penindakan Terkendala Pemangkasan Anggaran
Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Tulungagung, Makrus Manan, mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya JCH yang mundur setelah pelepasan pada Kamis (7/5/2026). Dari total 1.181 JCH asal Tulungagung pada momen tersebut, terdapat tiga JCH yang mundur.
Tiga JCH tersebut mundur karena alasan kesehatan. Satu JCH diketahui hamil muda sehingga terpaksa mengundurkan diri dari pemberangkatan. Satu JCH lainnya mengalami masalah kesehatan dan harus menjalani operasi untuk pemulihan, sementara satu JCH lainnya dinyatakan meninggal dunia.
“Sesuai laporan dari Kementerian Haji (Kemenhaj) Tulungagung, ada tiga JCH yang mundur setelah pelepasan kemarin. Satu JCH diketahui hamil muda, satu JCH harus operasi, dan satu JCH lainnya meninggal dunia,” kata Makrus Manan, Kamis (14/5/2026).
Meski ada yang mundur, Makrus memastikan total JCH asal Tulungagung yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 tetap berjumlah 1.181 orang. Pasalnya, tiga JCH yang mundur tersebut telah digantikan oleh jemaah cadangan yang secara otomatis naik.
Diketahui, tiga cadangan haji yang menggantikan JCH reguler tersebut merupakan calon haji asal Tulungagung. Secara persyaratan, mereka telah dinyatakan layak karena sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan memiliki paspor.
Baca juga:20 Sekolah di Tulungagung Dapat Bantuan Revitalisasi Rp23,2 Miliar, Jatim Terbanyak se-Indonesia
“Untuk visanya, saat ini sedang diproses oleh Kemenhaj pusat dan ditargetkan selesai sebelum mereka berangkat ke Asrama Haji Surabaya,” ungkapnya.
Tiga cadangan haji tersebut semula dijadwalkan berangkat bersama kelompok terbang (kloter) JCH reguler yang digantikan, yakni kloter 103 yang dijadwalkan berangkat pada Senin (18/5/2026). Namun karena masih menunggu visa, mereka akan bergabung dengan kloter 112 Kediri yang dijadwalkan berangkat pada Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, untuk tiga JCH yang mundur, secara teknis dua orang yang mundur karena hamil muda dan harus menjalani operasi hanya ditunda keberangkatannya hingga tahun 2027. Adapun JCH yang meninggal dunia nantinya akan digantikan oleh anggota keluarganya dan dipastikan berangkat pada musim haji 2027.
“Dua JCH reguler yang mundur karena hamil muda dan harus operasi itu hanya ditunda keberangkatannya. Sedangkan yang meninggal dunia akan digantikan oleh anggota keluarganya. Mereka dipastikan berangkat pada musim haji 2027,” pungkasnya.



















