Lamongan, SEJAHTERA.CO – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa penjaga di Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan, pada Selasa (18/6/2025) sekitar pukul 14.22 WIB. Sebuah truk tangki air bernomor polisi S 8057 UQ ,terbelah menjadi dua setelah ditabrak Kereta Ambarawa Ekspres 265 jurusan Surabaya – Semarang yang melaju kencang dari arah Surabaya.
Baca Juga :Tingkat Ketepatan Waktu KAI Daop 7 Madiun Capai 100 Persen
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Ahmad Ainun Badiuyun (21) pengemudi truk yang merupakan warga Desa Jrambe Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Lamongan
Menurut informasi yang dihimpun, truk yang dikemudikan Ahmad Ainun Badiuyun hendak menyeberang masuk ke desa dari arah utara. Diduga, kurangnya kewaspadaan pengemudi. tidak menyadari kedatangan kereta api yang melaju dari arah barat (Surabaya).
“Kereta api dari arah Surabaya, truk dari jalan raya mau masuk ke desa Karanglangit,” terang Rafa, seorang penjaga warung kopi di sekitar perlintasan, menjelaskan posisi kendaraan sesaat sebelum kejadian.
Rafa juga menambahkan bahwa posisi pos penjaga perlintasan yang tertutup menghalangi pandangan pengemudi untuk melihat kereta yang datang.
Akibat tabrakan keras tersebut, bagian depan truk hancur lebur, bahkan kepala truk terlepas dari sasis. Pengemudi mengalami luka serius di bagian kepala dan perut, dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban segera dievakuasi ke RS Muhammadiyah Lamongan.
Kerasnya benturan juga menyebabkan salah satu roda depan truk terpental hingga masuk ke dalam warungnya. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa lain. “Rodanya tadi terlempar ke dalam warung, orang yang ngopi bergegas lari menjauh, jadi tidak ada yang terluka,” tambahnya.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian nahas ini langsung melaporkannya kepada pihak berwajib dan petugas medis.
Saat ini, petugas dari Polres Lamongan bersama tim dari PT KAI sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan tersebut.



















