Tujuh SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Dindik Buka Pendaftaran Tambahan

Tujuh SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Dindik Buka Pendaftaran Tambahan
Salah satu kelas di Sekolah Dasar yang sepi peminat.

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ponorogo menyisakan bangku kosong. Tujuh SD Negeri belum mendapatkan satu pun peserta didik baru.

Padahal, proses SPMB telah digelar sejak 8 hingga 20 Juni melalui jalur domisili, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua. Namun hingga awal Juli, kondisi di tujuh sekolah tersebut belum berubah.

“Update terakhir yang kami terima awal Juli ini masih kosong,” ungkap Sekretaris Dindik Ponorogo, Farida Nuraini, Jumat (10/7/2026).

Read More

Di antara sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru adalah SDN Nambak, Kecamatan Bungkal, SDN Setono, Kecamatan Jenangan, dan SDN Truneng, Kecamatan Slahung. Selain itu masih ada beberapa sekolah lain yang mengalami nasib serupa.

Baca Juga :Lebaran Yatim Nasional di Campurejo, Kemenag Kota Kediri Luncurkan RA Perwanida 1 Gratis untuk Masyarakat

Tak hanya tujuh sekolah tersebut, puluhan SD Negeri lain juga harus puas menerima siswa dalam jumlah sangat sedikit.

Dindik mencatat lebih dari 50 sekolah hanya memperoleh maksimal lima murid baru.

Melihat kondisi itu, Dindik memberi kelonggaran kepada sekolah yang belum memenuhi kuota untuk tetap menerima pendaftaran hingga dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026 mendatang.

“Kami masih memberikan kesempatan bagi sekolah yang kekurangan murid untuk menerima pendaftaran. Setiap anak tetap memiliki hak memperoleh pendidikan,” ujar Farida

Menurut dia, minimnya jumlah peserta didik dipengaruhi beberapa faktor. Selain jumlah anak usia sekolah yang terus berkurang, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan pendidikan, mulai sekolah swasta hingga lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan pondok pesantren.

Baca Juga :Shaki Maeta Warga Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot

“Faktornya bukan hanya satu. Semua saling berkaitan. Kita juga sudah minta pihak sekolah untuk lebih aktif melakukan sosialisasi ke taman kanak-kanak maupun pemerintah desa agar keberadaan sekolah semakin dikenal masyarakat dan mampu menarik calon siswa baru,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *